Tubuh dan Pikiran Anak Sehat, Tanpa Asap dan Candu Rokok

Genial. Berbicara mengenai asap memang selalu membuat nafas menjadi sesak, tak terkecuali kadang terucap caci maki dan bully. Benar kata pepatah niat baik saja tidak cukup, namun perlu feasibility study, proses dan pemetaan secara clear and clean.

Saya duga sepertinya ini yang alfa di KPAI, niat baik untuk melindungi tubuh anak Indonesia dari tempelan merk dan brand identity produk rokok menjadi di sakwasangka. Iktiar untuk memproteksi pikiran dan tacit anak-anak dari indahnya candu nikotin di salah arti.

Sebagai Lembaga Negara Independen, KPAI tentu bekerja berdasarkan sistem dan prinsip good governance, berdasarkan perintah dan mandat Undang-Undang. Pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak tentu dilakukan secara terukur dan akuntabel. Kajian, tela’ah dan riset adalah sumber data primer, selain itu diperkuat dengan data sekunder melalui diskusi pakar dan rapat koordinasi lintas kementerian, untuk memastikan sistem pengawasan berjalan pada jalurnya.

Berdasarkan kajian dan tela’ah tersebutlah, KPAI menemukan adanya dugaan ekploitasi anak, unsur ekploitasi tersebut terletak pada pemanfaatan badan dan tubuh anak sebagai media brand identity dan marketing produk rokok, bukan pada proses, tahapan apalagi program pembinaan atlit bulu tangkisnya, karena program pengembangan bakat dan minat anak adalah bagian dari hak yang patut di apresiasi.

Pemanfaatan anak untuk kepentingan branding rokok bertentangan dengan Konvensi Internasional dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 13 ayat (1) menjelaskan bahwa ekploitasi itu merupakan tindakan atau perbuatan memperalat, memanfaatkan, atau memeras anak untuk memperoleh keuntungan pribadi, keluarga atau golongan. Uniform yang dipergunakan baik dalam bentuk baju kaos dan lainnya dalam proses audisi beasiswa Djarum dapat memenuhi unsur memperalat anak untuk kepentingan branding produk rokok. Kemudian melalui Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, pasal 36 ayat (1) menjelaskan bahwa pengendalian promosi produk tembakau tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image produk tembakau.

Kehadiran Negara dan keseriusan Pemerintah dalam perlindungan anak tentu perlu dihargai, sebagaimana komitmen Internasional dalam penegakan hak asasi manusia untuk perlindungan anak, melalui kewajiban memenuhi (to fulfill), melindungi (to protect) dan kewajiban menghormati (to respect). Dengan melepaskan semua atribut, brand image dan brand identity rokok pada proses audisi dan pembinaan, lalu mengantinya dengan identitas yang lebih bermartabat berarti sejarah telah mencatat Saudara sebagai perusahaan yang memiliki penghormatan dan respect terhadap upaya perlindungan anak di negeri ini, bukan menggertak dengan menghentikan, karena dengan menghentikan menjadi terlihat tidak bijaksana dan kadar keikhlasannya programnya menjadi tanda tanya. *

*Penulis:  Dr. Naswardi  (Aktivis dan Analis Perlindungan Anak)

Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Ketum Hipmi 2019-2022 Dijabat Kader PDI Perjuangan

Genial. CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69, Mardani H Maming resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode kepengurusan...

Ada Pihak yang Menyerang Pribadi, PDIP Siap Pasang Badan untuk Jokowi

Genial. PDI Perjuangan pasang badan saat pribadi Presiden RI, Joko Widodo yang juga kader banteng diserang terkait pro kontra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Kami mengkritik...

Kisah Habibie di Ujung Kekuasaan Soeharto: Terima Telepon Mengejutkan dari Menko Ginandjar

Genial. BJ. Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia, mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, pada sekira pukul 18.05 WIB,...

Rafiq Pimpin DPRD Sumbawa, Segera Diparipurnakan

Genial. Sumbawa Besar - Keempat calon Pimpinan DPRD, A. Rafiq dari PDIP (Ketua), M. Ansori dari Partai Gerindra (Wakil Ketua), Syamsul Fikri M.Si dari...

Konsolidasi di Kalbar, PDIP Target Menang Minimal 60 Persen di Pilkada 2020

Genial. Di Pilkada Serentak 2020, akan ada pemilihan kepala daerah baru di 7 wilayah kabupaten/kota. Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya...

Sejarah Penyusunan Naskah Proklamasi

Tulisan ini pernah dimuat di jurnal Negarawan tahun 2006 Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945***Rombongan penjemput tiba di Rengasdengklok sekitar pukul 17.00....

Tubuh dan Pikiran Anak Sehat, Tanpa Asap dan Candu Rokok

Genial. Berbicara mengenai asap memang selalu membuat nafas menjadi sesak, tak terkecuali kadang terucap caci maki dan bully. Benar kata pepatah niat baik saja tidak cukup, namun perlu feasibility study, proses dan pemetaan secara clear and clean.

Saya duga sepertinya ini yang alfa di KPAI, niat baik untuk melindungi tubuh anak Indonesia dari tempelan merk dan brand identity produk rokok menjadi di sakwasangka. Iktiar untuk memproteksi pikiran dan tacit anak-anak dari indahnya candu nikotin di salah arti.

Sebagai Lembaga Negara Independen, KPAI tentu bekerja berdasarkan sistem dan prinsip good governance, berdasarkan perintah dan mandat Undang-Undang. Pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak tentu dilakukan secara terukur dan akuntabel. Kajian, tela’ah dan riset adalah sumber data primer, selain itu diperkuat dengan data sekunder melalui diskusi pakar dan rapat koordinasi lintas kementerian, untuk memastikan sistem pengawasan berjalan pada jalurnya.

Berdasarkan kajian dan tela’ah tersebutlah, KPAI menemukan adanya dugaan ekploitasi anak, unsur ekploitasi tersebut terletak pada pemanfaatan badan dan tubuh anak sebagai media brand identity dan marketing produk rokok, bukan pada proses, tahapan apalagi program pembinaan atlit bulu tangkisnya, karena program pengembangan bakat dan minat anak adalah bagian dari hak yang patut di apresiasi.

Pemanfaatan anak untuk kepentingan branding rokok bertentangan dengan Konvensi Internasional dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 13 ayat (1) menjelaskan bahwa ekploitasi itu merupakan tindakan atau perbuatan memperalat, memanfaatkan, atau memeras anak untuk memperoleh keuntungan pribadi, keluarga atau golongan. Uniform yang dipergunakan baik dalam bentuk baju kaos dan lainnya dalam proses audisi beasiswa Djarum dapat memenuhi unsur memperalat anak untuk kepentingan branding produk rokok. Kemudian melalui Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, pasal 36 ayat (1) menjelaskan bahwa pengendalian promosi produk tembakau tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image produk tembakau.

Kehadiran Negara dan keseriusan Pemerintah dalam perlindungan anak tentu perlu dihargai, sebagaimana komitmen Internasional dalam penegakan hak asasi manusia untuk perlindungan anak, melalui kewajiban memenuhi (to fulfill), melindungi (to protect) dan kewajiban menghormati (to respect). Dengan melepaskan semua atribut, brand image dan brand identity rokok pada proses audisi dan pembinaan, lalu mengantinya dengan identitas yang lebih bermartabat berarti sejarah telah mencatat Saudara sebagai perusahaan yang memiliki penghormatan dan respect terhadap upaya perlindungan anak di negeri ini, bukan menggertak dengan menghentikan, karena dengan menghentikan menjadi terlihat tidak bijaksana dan kadar keikhlasannya programnya menjadi tanda tanya. *

*Penulis:  Dr. Naswardi  (Aktivis dan Analis Perlindungan Anak)

Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Desa Poto Kab. Sumbawa Percontohan Pemajuan Kebudayaan di Indonesia

Desa Poto merupakan satu-satunya desa di kawasan timur Indonesia yang terpilih, dan akan direplikasi oleh desa-desa lainnya di Indonesia.

Ketum Hipmi 2019-2022 Dijabat Kader PDI Perjuangan

Genial. CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69, Mardani H Maming resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode kepengurusan...

Sebut Jokowi Salah Urus Negara, Alumni HMI: Pernyataan Amien Sangat Naif dan Lecehkan Pilihan Rakyat

Genial. Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mahmuddin Muslim menilai pernyataan Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais yang menyebut pemerintahan Jokowi-JK sudah salah urus...

Lima Bersaudara Dilantik Jadi Anggota DPRD

GENIAL. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, periode 2019-2024, menjadi saksi bisu keberhasilan lima bersaudara....

Ada Pihak yang Menyerang Pribadi, PDIP Siap Pasang Badan untuk Jokowi

Genial. PDI Perjuangan pasang badan saat pribadi Presiden RI, Joko Widodo yang juga kader banteng diserang terkait pro kontra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Kami mengkritik...

Kemendikbud Gelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional

GENIAL. Upaya untuk mewujudkan peningkatan kualitas pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing terus dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah...

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial