Selamat Datang Bulan Suci Ramadan (Bagian 3)

Apakah jamuan teramat istimewa itu? Apa adab bertamu yang paling mesti dipelihara?

Ibarat bertamu, tuan rumah menghadirkan jamuan. Kita menikmatinya. Tetapi bukankah ada maksud kita berkunjung? Ada alasan mengapa kita datang. Maka dengan sepenuh penghormatan kita sampaikan di balik maksud kedatangan.

Ketika Alquran menuturkan rangkaian ayat puasa, ayat-ayat itu dipenuhi dengan beragam keterangan manasik puasa:

Puasa itu wajib bila sudah datang bulan suci Ramadan. Puasa itu diringankan bagi yang sakit atau dalam perjalanan. Allah Ta’ala menghendaki bagimu kemudahan bukan kesulitan. Diperkenankan bagimu untuk bercengkerama dengan pasanganmu di malam hari. Makan dan minumlah hingga jelas benang putih dan benang hitam dari waktu fajar. Sempurnakan puasa hingga malam hari. Hindari pasangan bila hendak iktikaf di masjid.

Semua petunjuk tentang batas-batas puasa. Lihat, tidak disebutkan ibadah tertentu seperti shalat tarawih dan hal-hal lainnya yang khas bulan suci.

Tiba-tiba, dan tentu tidak ada yang tiba-tiba dalam kitab suci. Di antara rangkaian ayat puasa itu, Allah Ta’ala seakan ‘menyisipkan’ satu-satunya ibadah untuk kita perbanyak di bulan suci. Inilah jamuan yang paling utama itu. Main course. Apa itu?

Berdoa. Ya, berdoa.

“Dan kalau bertanya kepadamu hamba-hamba-Ku tentang Aku, katakan Aku itu dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]:186)

Berdoa menjadi hidangan istimewa itu. Lihat, bagaimana dalam ayat di atas Allah Ta’ala menyebut kata ‘Aku’ yang merujuk pada Dzat-Nya Yang Mahasuci sebanyak tujuh kali. Tidak ada ayat dengan kata ‘aku’ sebanyak ayat ini. Seakan-akan Allah Ta’ala ingin menyampaikan, “Aku tujuh kali lebih dekat dengan hamba-Ku saat ia berdoa kepada-Ku.” Berdoa adalah amalan yang paling utama.

Ya, seperti kalau kita berkunjung, kita nikmati sajian yang dihidangkan. Tetapi, tuan rumah akan bertanya, untuk apa kau kemari? Apa maksudmu datang bertamu?

Maka di malam-malam bulan suci, di hari-hari yang penuh berkah, pada saat sahur, dini hari, setelah shalat-shalat fardu, pada waktu berbuka, ketika membaca kitab suci, atau senarai ibadah lainnya…selalu antarkan doa setelahnya. Ceritakan keluh kesah kita. Sampaikan gundah gulana kita. Haturkan berjuta pinta kita. Tuan Rumah Nan Maha Pengampun itu teramat menanti saat kita kembali. Pada-Nya perbendaharaan segala yang ada di langit dan di bumi.

Penuhilah bulan suci dengan beragam doa. Berbekallah dengan segala permasalahan yang menghimpit dada. Bersiaplah dengan segala tangis yang menanti saat mengalir, dengan segala jerit tersimpan yang menunggu saat melepas beban.

Bersyukurlah saudara karena beroleh karunia rangkaian doa teramat indah yang diwariskan dari para teladan. Baca itu semua. Mereka telah wakilkan rasa. Mereka telah rangkaikan kata. Jerit hati kita yang paling dalam. Segala suara yang terpendam. Semua rahasia yang tersimpan. Setiap pinta dalam kebaikan.

Tersungkurlah di mihrab doa. Alirkan air-mata cinta. Basahi sajadahmu dengan sesal tak terkira. Ampuni kami wahai Sang Mahasegala. Sungguh telah merapuh tulang, telah beruban rambut di kepala. Terasa berat beban yang menghimpit dada. Kepada-Mu kami serahkan segalanya.

Dan bila kita tak punya khazanah doa itu, cukuplah sebut nama Dia. Betapa pengasihnya Dia, dalam nama-Nya, pun terkandung doa.

Ah, Tuhan, teramat pengasih dan penyayang Engkau pada kami. Ampuni kami, ampuni kami. Teramat lalai kami selama ini.

Itulah hidangan teristimewa, jamuan teramat utama. Lalu apa adab yang paling wajib dijaga?

Miftah Rakhmat
Direktur Grup Sekolah Muthahhari

Baca Juga

Populer

Ketum Hipmi 2019-2022 Dijabat Kader PDI Perjuangan

Genial. CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69, Mardani H Maming resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode kepengurusan...

Ada Pihak yang Menyerang Pribadi, PDIP Siap Pasang Badan untuk Jokowi

Genial. PDI Perjuangan pasang badan saat pribadi Presiden RI, Joko Widodo yang juga kader banteng diserang terkait pro kontra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Kami mengkritik...

Kisah Habibie di Ujung Kekuasaan Soeharto: Terima Telepon Mengejutkan dari Menko Ginandjar

Genial. BJ. Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia, mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, pada sekira pukul 18.05 WIB,...

Rafiq Pimpin DPRD Sumbawa, Segera Diparipurnakan

Genial. Sumbawa Besar - Keempat calon Pimpinan DPRD, A. Rafiq dari PDIP (Ketua), M. Ansori dari Partai Gerindra (Wakil Ketua), Syamsul Fikri M.Si dari...

Konsolidasi di Kalbar, PDIP Target Menang Minimal 60 Persen di Pilkada 2020

Genial. Di Pilkada Serentak 2020, akan ada pemilihan kepala daerah baru di 7 wilayah kabupaten/kota. Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya...

Sejarah Penyusunan Naskah Proklamasi

Tulisan ini pernah dimuat di jurnal Negarawan tahun 2006 Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945***Rombongan penjemput tiba di Rengasdengklok sekitar pukul 17.00....

Selamat Datang Bulan Suci Ramadan (Bagian 3)

Apakah jamuan teramat istimewa itu? Apa adab bertamu yang paling mesti dipelihara?

Ibarat bertamu, tuan rumah menghadirkan jamuan. Kita menikmatinya. Tetapi bukankah ada maksud kita berkunjung? Ada alasan mengapa kita datang. Maka dengan sepenuh penghormatan kita sampaikan di balik maksud kedatangan.

Ketika Alquran menuturkan rangkaian ayat puasa, ayat-ayat itu dipenuhi dengan beragam keterangan manasik puasa:

Puasa itu wajib bila sudah datang bulan suci Ramadan. Puasa itu diringankan bagi yang sakit atau dalam perjalanan. Allah Ta’ala menghendaki bagimu kemudahan bukan kesulitan. Diperkenankan bagimu untuk bercengkerama dengan pasanganmu di malam hari. Makan dan minumlah hingga jelas benang putih dan benang hitam dari waktu fajar. Sempurnakan puasa hingga malam hari. Hindari pasangan bila hendak iktikaf di masjid.

Semua petunjuk tentang batas-batas puasa. Lihat, tidak disebutkan ibadah tertentu seperti shalat tarawih dan hal-hal lainnya yang khas bulan suci.

Tiba-tiba, dan tentu tidak ada yang tiba-tiba dalam kitab suci. Di antara rangkaian ayat puasa itu, Allah Ta’ala seakan ‘menyisipkan’ satu-satunya ibadah untuk kita perbanyak di bulan suci. Inilah jamuan yang paling utama itu. Main course. Apa itu?

Berdoa. Ya, berdoa.

“Dan kalau bertanya kepadamu hamba-hamba-Ku tentang Aku, katakan Aku itu dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]:186)

Berdoa menjadi hidangan istimewa itu. Lihat, bagaimana dalam ayat di atas Allah Ta’ala menyebut kata ‘Aku’ yang merujuk pada Dzat-Nya Yang Mahasuci sebanyak tujuh kali. Tidak ada ayat dengan kata ‘aku’ sebanyak ayat ini. Seakan-akan Allah Ta’ala ingin menyampaikan, “Aku tujuh kali lebih dekat dengan hamba-Ku saat ia berdoa kepada-Ku.” Berdoa adalah amalan yang paling utama.

Ya, seperti kalau kita berkunjung, kita nikmati sajian yang dihidangkan. Tetapi, tuan rumah akan bertanya, untuk apa kau kemari? Apa maksudmu datang bertamu?

Maka di malam-malam bulan suci, di hari-hari yang penuh berkah, pada saat sahur, dini hari, setelah shalat-shalat fardu, pada waktu berbuka, ketika membaca kitab suci, atau senarai ibadah lainnya…selalu antarkan doa setelahnya. Ceritakan keluh kesah kita. Sampaikan gundah gulana kita. Haturkan berjuta pinta kita. Tuan Rumah Nan Maha Pengampun itu teramat menanti saat kita kembali. Pada-Nya perbendaharaan segala yang ada di langit dan di bumi.

Penuhilah bulan suci dengan beragam doa. Berbekallah dengan segala permasalahan yang menghimpit dada. Bersiaplah dengan segala tangis yang menanti saat mengalir, dengan segala jerit tersimpan yang menunggu saat melepas beban.

Bersyukurlah saudara karena beroleh karunia rangkaian doa teramat indah yang diwariskan dari para teladan. Baca itu semua. Mereka telah wakilkan rasa. Mereka telah rangkaikan kata. Jerit hati kita yang paling dalam. Segala suara yang terpendam. Semua rahasia yang tersimpan. Setiap pinta dalam kebaikan.

Tersungkurlah di mihrab doa. Alirkan air-mata cinta. Basahi sajadahmu dengan sesal tak terkira. Ampuni kami wahai Sang Mahasegala. Sungguh telah merapuh tulang, telah beruban rambut di kepala. Terasa berat beban yang menghimpit dada. Kepada-Mu kami serahkan segalanya.

Dan bila kita tak punya khazanah doa itu, cukuplah sebut nama Dia. Betapa pengasihnya Dia, dalam nama-Nya, pun terkandung doa.

Ah, Tuhan, teramat pengasih dan penyayang Engkau pada kami. Ampuni kami, ampuni kami. Teramat lalai kami selama ini.

Itulah hidangan teristimewa, jamuan teramat utama. Lalu apa adab yang paling wajib dijaga?

Miftah Rakhmat
Direktur Grup Sekolah Muthahhari

Baca Juga

Populer

Desa Poto Kab. Sumbawa Percontohan Pemajuan Kebudayaan di Indonesia

Desa Poto merupakan satu-satunya desa di kawasan timur Indonesia yang terpilih, dan akan direplikasi oleh desa-desa lainnya di Indonesia.

Ketum Hipmi 2019-2022 Dijabat Kader PDI Perjuangan

Genial. CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69, Mardani H Maming resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode kepengurusan...

Sebut Jokowi Salah Urus Negara, Alumni HMI: Pernyataan Amien Sangat Naif dan Lecehkan Pilihan Rakyat

Genial. Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mahmuddin Muslim menilai pernyataan Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais yang menyebut pemerintahan Jokowi-JK sudah salah urus...

Lima Bersaudara Dilantik Jadi Anggota DPRD

GENIAL. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, periode 2019-2024, menjadi saksi bisu keberhasilan lima bersaudara....

Ada Pihak yang Menyerang Pribadi, PDIP Siap Pasang Badan untuk Jokowi

Genial. PDI Perjuangan pasang badan saat pribadi Presiden RI, Joko Widodo yang juga kader banteng diserang terkait pro kontra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Kami mengkritik...

Kemendikbud Gelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional

GENIAL. Upaya untuk mewujudkan peningkatan kualitas pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing terus dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah...

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial