Ruben Onsu, Ayah dan Lautan Kasih Betran Peto

Genial-  Ruben Onsu, selebriti dan seorang ayah ini kembali menggugah perasaan, dan memperlihatkan kita bagaimana belajar tentang kasih dalam sejarah rumah tangga selebriti Indonesia. Dalam gelanggang dunia hiburan, stasiun-stasiun televisi di republik ini kerap mempertontonkan skenario yang sama sekali tidak edukatif.  Drama dan narasi diproduksi tanpa makna. Selebihnya mata publik dihiasi dengan budaya gosip dan sekadar untuk menaikan popularitas yang pucat.

Fenomena-fenomena yang demikian tidaklah asing bagi negara Indonesia. Negara yang selalu dihiasi dengan hingar bingar “drama sandiwara politik” dan kadang “tak ramah” ini. Artis-artis senior dan pendatang baru juga tidak luput memamerkan perilaku hedonis. Alhasil mereka didominasi oleh akal popularitas yang paradoks ketimbang membangun karya-karya edukatif untuk menaikan citra bangsa di kancah dunia.

Belajar Kasih dan Kesederhanaan Keluarga Onsu

Dari hingar bingar negara yang selalu sibuk dengan urusan politisasi agama dan RAS, perdebatan tentang yang kalah dan menang di sosial media, saya kemudian menarik diri dari lalu lalang angin ribut panggung politik Indonesia yang berujung pada klaim paling Pancasilais dan sebaliknya.

Ogah dengan hal itu, apalagi di sana semacam dunia fantasi yang dipenuhi makhluk dengan sebutan sumbu pendek, kadal gurun, kutu loncat, kampret dan cebong dan bla bla bla bla. Pusing kan jadinya mau tahu itu makhluk jenis apa dan dari gen apa semenjak dunia ini tercipta.

Sekejap, saya ingin menghibur diri. Membuka channel Youtube dan tiba-tiba ingin membuka lagu tentang ayah. Iya, saya memang lagi merindukan sosok ayah yang kini sudah tenang di alam yang jauh. Di singggsana Tuhan Yang Esa.

Ketika rasa rindu seorang anak kepada sesosok ayah itu kian deras di lautan hening, saya yakin lagu berjudul “Titip Rindu Buat Ayah” adalah pilihan lagu paling sunyi menghantar ingatan-ingatan jauh kita kepada seorang ayah. Dan itu saya lakukan dengan mencarinya di mesin pencarian channel Youtube.

Ketika mengutak atik judul lagu yang melegenda karya Ebiet G. Ade tersebut, saya menemukan Channel KDI MNC yang menampilkan Betran Peto sedang membawakan lagu Titip Rindu Buat Ayah dengan ditemani Ruben Onsu. Hantaran lagu yang menggugah perasaan tersebut, Betran mampu membuat Ruben menitikan air mata sambil memeluk Betran. Itulah kemampuan Betran menguasai panggung dengan hantaran lagu dari Ebiet yang puitik sekaligus dalam nan teduh.

Saya semakin penasaran akan kedekatan Onsu dengan Betran. Konsekuensi logisnya saya mencari tahu tentang ada apa diantara mereka. Ternyata saya ketinggalan informasi tentang siapa mereka. Ruben ternyata telah meminang Betran jadi anak laki-laki satu-satunya di keluarganya. Kok bisa? tanya saya dalam hati.

Betran (13) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut kini tumbuh semakin mantap dalam keluarga Onsu ditemani istri sederhanya Sarwenda, dan putri sulung Onsu,Thalia. Mereka adalah contoh keluarga yang sangat mengagumkan.

Ruben memberi contoh bagaimana seorang ayah mengajarkan cinta kasih paling tulus, sedangkan Sarwendah memberikan kita pelajaran hidup; bagaimana kasih itu diterjemahkan kepada seorang suami dan anak tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Mereka saling mengisi. Ini keren.

Ruben Onsu, Ayah dan Lautan Kasih Betran Peto

Saya mengikuti aktivitas keluarga Onsu di akun instagram Ruben Onsu. Keseharian rumah tangga mereka adalah pelajaran sangat berharga bagi para selebriti dan masyarakat Indonesia. Suami memberikan cinta dan menjadi tulang punggung keluarga, sedangkan istri menunaikan tugas dalam keluarga. Saya menangkap kebahagiaan itu dirasakan oleh Thalia dan Betran dan adik perempuan mereka Thania.

Mereka, anak-anak yang merasakan cinta kasih yang tumbuh dalam satu keluarga walaupun tidak dari rahim yang sama. Manusia yang fana memang harus menerima segala kemungkinan dengan menerima setiap pribadi sebagai sesama manusia.

Ruben dan Sarwenda berjanji untuk tetap setia sebagai sepasang suami istri yang terikat oleh perkawinan gereja yang dalam bahasa teologis berbunyi “mereka bukan lagi dua tetapi satu”. Kesetiaan itu dipegang teguh oleh Ruben dan Sarwendah dengan membuktikan kebesaran cinta mereka. Mereka membina keluarga dengan kasih sayang teramat dalam.

Cinta dan kasih sayang keluarga ini bagai kapal di lautan luas, berlayar tanpa kehilangan arah dan kemudi. Meskipun Betran bukanlah anak biologis Ruben dan Sarwendah, namun mereka berjanji akan memberikan yang terbaik untuk masa depan Betran yang gemilang. Itulah cinta paling nyata sebagai seorang manusia.

Mengutip sajak Sapardi Djoko Damono “aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu, aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”. Sajak ini mengajarkan kita arti cinta yang paling sederhana adalah mencintai tanpa harus memaksakan untuk dibalas. Karena cinta adalah pengorbanan melewati batas-batas kemungkinan.

Hal ini sudah diterjemahkan oleh Ruben dan Sarwendah dengan kesederhanaan akan cinta. Yogen Sogen dalam puisinya “Firdaus dan Puisi Cinta” pun mengajarkan kita hal yang sama bahwa “jika cinta adalah jalan merawat hidupmu, maka terjadilah padaku menurut kehendak cinta”. Semoga kita selalu memberi cinta dan mewartakan kasih sayang dalam setiap hidup kita. (*)

*Penulis:   Yensiana (Aktivis PP PMKRI)

Baca Juga

Terkini

Ini Isi Pidato Lengkap Jokowi Pasca Dilantik

Genial - Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Dalam pidato pertamanya usai pelantikan, Jokowi menekankan pentingnya mendobrak...

Resmi! Jokowi – Ma’ruf Amin Jabat Presiden & Wakil Presiden RI

Genial - Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin telah mengucapkan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian, Jokowi-Ma'ruf resmi menjadi RI-1...

Panglima TNI Jelang Pelantikan: Lancar dan Keamanan Terjaga

Genial - Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama dengan Kapolri Jendral Tito Karnavian melakukan peninjauan ke...

Pengamat: Saat Ini yang Paling Dinanti Pengumuman Kabinet Kerja Jilid Dua

Genial - Menteri-menteri yang nantinya akan membantu Presiden Jokowi di periode kedua pemerintahannya haru mampu bekerja keras dan profesional. Ini harus benar-benar dilakukan untuk...

Megawati, SBY dan Prabowo Bakal Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

Genial - Presiden- wakil presiden, Jokowi - Ma'ruf Amin akan dilantik hari ini, Minggu Minggu (20/10) di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Pelantikan akan dilakukan oleh...

Prabowo Pastikan Hadiri Pelantikan Jokowi – Amin

Genial - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri upacara pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, di...

Ruben Onsu, Ayah dan Lautan Kasih Betran Peto

Genial-  Ruben Onsu, selebriti dan seorang ayah ini kembali menggugah perasaan, dan memperlihatkan kita bagaimana belajar tentang kasih dalam sejarah rumah tangga selebriti Indonesia. Dalam gelanggang dunia hiburan, stasiun-stasiun televisi di republik ini kerap mempertontonkan skenario yang sama sekali tidak edukatif.  Drama dan narasi diproduksi tanpa makna. Selebihnya mata publik dihiasi dengan budaya gosip dan sekadar untuk menaikan popularitas yang pucat.

Fenomena-fenomena yang demikian tidaklah asing bagi negara Indonesia. Negara yang selalu dihiasi dengan hingar bingar “drama sandiwara politik” dan kadang “tak ramah” ini. Artis-artis senior dan pendatang baru juga tidak luput memamerkan perilaku hedonis. Alhasil mereka didominasi oleh akal popularitas yang paradoks ketimbang membangun karya-karya edukatif untuk menaikan citra bangsa di kancah dunia.

Belajar Kasih dan Kesederhanaan Keluarga Onsu

Dari hingar bingar negara yang selalu sibuk dengan urusan politisasi agama dan RAS, perdebatan tentang yang kalah dan menang di sosial media, saya kemudian menarik diri dari lalu lalang angin ribut panggung politik Indonesia yang berujung pada klaim paling Pancasilais dan sebaliknya.

Ogah dengan hal itu, apalagi di sana semacam dunia fantasi yang dipenuhi makhluk dengan sebutan sumbu pendek, kadal gurun, kutu loncat, kampret dan cebong dan bla bla bla bla. Pusing kan jadinya mau tahu itu makhluk jenis apa dan dari gen apa semenjak dunia ini tercipta.

Sekejap, saya ingin menghibur diri. Membuka channel Youtube dan tiba-tiba ingin membuka lagu tentang ayah. Iya, saya memang lagi merindukan sosok ayah yang kini sudah tenang di alam yang jauh. Di singggsana Tuhan Yang Esa.

Ketika rasa rindu seorang anak kepada sesosok ayah itu kian deras di lautan hening, saya yakin lagu berjudul “Titip Rindu Buat Ayah” adalah pilihan lagu paling sunyi menghantar ingatan-ingatan jauh kita kepada seorang ayah. Dan itu saya lakukan dengan mencarinya di mesin pencarian channel Youtube.

Ketika mengutak atik judul lagu yang melegenda karya Ebiet G. Ade tersebut, saya menemukan Channel KDI MNC yang menampilkan Betran Peto sedang membawakan lagu Titip Rindu Buat Ayah dengan ditemani Ruben Onsu. Hantaran lagu yang menggugah perasaan tersebut, Betran mampu membuat Ruben menitikan air mata sambil memeluk Betran. Itulah kemampuan Betran menguasai panggung dengan hantaran lagu dari Ebiet yang puitik sekaligus dalam nan teduh.

Saya semakin penasaran akan kedekatan Onsu dengan Betran. Konsekuensi logisnya saya mencari tahu tentang ada apa diantara mereka. Ternyata saya ketinggalan informasi tentang siapa mereka. Ruben ternyata telah meminang Betran jadi anak laki-laki satu-satunya di keluarganya. Kok bisa? tanya saya dalam hati.

Betran (13) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut kini tumbuh semakin mantap dalam keluarga Onsu ditemani istri sederhanya Sarwenda, dan putri sulung Onsu,Thalia. Mereka adalah contoh keluarga yang sangat mengagumkan.

Ruben memberi contoh bagaimana seorang ayah mengajarkan cinta kasih paling tulus, sedangkan Sarwendah memberikan kita pelajaran hidup; bagaimana kasih itu diterjemahkan kepada seorang suami dan anak tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Mereka saling mengisi. Ini keren.

Ruben Onsu, Ayah dan Lautan Kasih Betran Peto

Saya mengikuti aktivitas keluarga Onsu di akun instagram Ruben Onsu. Keseharian rumah tangga mereka adalah pelajaran sangat berharga bagi para selebriti dan masyarakat Indonesia. Suami memberikan cinta dan menjadi tulang punggung keluarga, sedangkan istri menunaikan tugas dalam keluarga. Saya menangkap kebahagiaan itu dirasakan oleh Thalia dan Betran dan adik perempuan mereka Thania.

Mereka, anak-anak yang merasakan cinta kasih yang tumbuh dalam satu keluarga walaupun tidak dari rahim yang sama. Manusia yang fana memang harus menerima segala kemungkinan dengan menerima setiap pribadi sebagai sesama manusia.

Ruben dan Sarwenda berjanji untuk tetap setia sebagai sepasang suami istri yang terikat oleh perkawinan gereja yang dalam bahasa teologis berbunyi “mereka bukan lagi dua tetapi satu”. Kesetiaan itu dipegang teguh oleh Ruben dan Sarwendah dengan membuktikan kebesaran cinta mereka. Mereka membina keluarga dengan kasih sayang teramat dalam.

Cinta dan kasih sayang keluarga ini bagai kapal di lautan luas, berlayar tanpa kehilangan arah dan kemudi. Meskipun Betran bukanlah anak biologis Ruben dan Sarwendah, namun mereka berjanji akan memberikan yang terbaik untuk masa depan Betran yang gemilang. Itulah cinta paling nyata sebagai seorang manusia.

Mengutip sajak Sapardi Djoko Damono “aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu, aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”. Sajak ini mengajarkan kita arti cinta yang paling sederhana adalah mencintai tanpa harus memaksakan untuk dibalas. Karena cinta adalah pengorbanan melewati batas-batas kemungkinan.

Hal ini sudah diterjemahkan oleh Ruben dan Sarwendah dengan kesederhanaan akan cinta. Yogen Sogen dalam puisinya “Firdaus dan Puisi Cinta” pun mengajarkan kita hal yang sama bahwa “jika cinta adalah jalan merawat hidupmu, maka terjadilah padaku menurut kehendak cinta”. Semoga kita selalu memberi cinta dan mewartakan kasih sayang dalam setiap hidup kita. (*)

*Penulis:   Yensiana (Aktivis PP PMKRI)

Redaksihttps://www.genial.id/
Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Terkini

Joker: Antara Isu Ekologi dan Pesan Kemanusiaan

Genial. Watak manusia dan alam masa kini cenderung menampakkan wajah yang menakutkan. Ia suci, sekaligus menyimpan belati dalam dirinya, yang siap membunuh siapa saja....

Pesantren Persatuan Islam Pasca Terbitnya UU Pesantren

Terbitnya Undang- undang Pesantren harus dijadikan momentum perbaikan tata kelola pendidikan di Jamiyah Persatuan Islam yang selama ini terkesan tidak memiliki grand design sehingga...

Ada Joker Di Antara Kita

Genial. Dalam trilogi The Dark Knight, musuh Batman (Christian Bale) yang paling kuat, hebat dan punya harga diri tinggi adalah Joker.Joker merupakan musuh yang...

Pemda Sumbawa Komit Support Poto Sebagai Desa Pemajuan Kebudayaan Dari Indonesia Timur

Genial. Jakarta - Desa Poto di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditetapkan sebagai salah satu dari 10 desa percontohan pemajuan...

Lama Puasa Juara, Leo/Daniel Harumkan Indonesia Pada Kejuaraan WJC 2019

Genial - Setelah berhasil mengalahkan wakil dari China Di Zi Jian/Wang Chang pada babak final yang berlangsung di Kazan Rusia, Minggu (13/10) pasangan wakil...

Palapa Ring “Tol Langit” Dengan Kapasitas 100 Gbps

Genial - Pemerintah era Joko Widodo telah meresmikan rampungnya proyek infrastruktur jaringan kabel optik, Palapa Ring alias 'Tol Langit' pada Senin (14/10). Pembangunan tulang punggung jaringan telekomunikasi yang...

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial