Ilustrasi
GENIAL.ID, Tafkir - Pagi itu saya melihat ke arah jalanan di Melbourne. Ada seorang ibu berjilbab menyeberang jalan. Tiba-tiba ia berteriak memanggil penyeberang jalan lainnya yang di depannya. Bule yang dipanggil acuh saja. Ibu itu dengan susah payah karena harus mendorong kereta belanjaannya yang penuh terus berteriak. Di seberang jalan, bule itu berhenti kebingungan. Ibu itu kemudian menghampiri dan menyodorkan uang. Rupanya saat menyeberang tadi tanpa disadarinya cowok bule itu uangnya jatuh, dan ibu berjilbab ini memungut dan mengejar untuk mengembalikannya.

Saya melihat kejadian itu dengan bergetar. Ketika Islam tengah disorot di negeri barat sebagai agama yang menganjurkan kekerasan, dan merendahkan posisi perempuan, tindakan kecil seperti ini sangat berarti. Peristiwa yang hanya dua menit tadi berlangsung secara spontan tanpa rekayasa apapun dan disaksikan banyak pihak. Seorang muslimah bersusah payah mengejar cowok bule yang tidak dikenalnya hanya untuk mengembalikan uangnya yang jatuh. Subhanallah!

Saya menyaksikan jejak budi pekerti yang diajarkan Nabi Muhammad dalam tindakan kecil dan spontan muslimah tadi. Every single thing does matter. Sesiapa yang berbuat kebajikan sebesar biji atom pun akan mendapat ganjarannya. Perbuatan baik akan melahirkan kebajikan lainnya. Dakwah Islam itu sederhana. Tanpa perlu adu dalil, mencemooh ajaran atau keyakinan orang lain, atau berteriak untuk mengajak orang lain membunuh pihak yang berbeda dengan kita.

Setiap kita mampu menampilkan keindahan Islam yang rahmatan lil alamin. Tidak kita persoalkan apakah muslimah tadi itu hijabnya syar’i atau bukan, apa mazhabnya, apa etniknya, yang kita tahu ia telah melakukan dakwah dengan tindakan nyata. Tak perlu kita persoalkan berapa jumlah uang yang jatuh. Mungkin uang itu kecil buat orang lain tapi buat mereka yang kehilangan uangnya boleh jadi ia sangat membutuhkannya. Begitu pula tak penting kita persoalkan apakah ada dalilnya untuk membantu non-Muslim seperti itu. Semua berlangsung dengan spontan sebagai indikasi bahwa kebaikan itu bisa datang dari mana saja. Berbuat baik tidak perlu menunggu alasan.

Dakwah itu simpel dan anda tidak perlu menunggu jadi ustadz/ustadzah untuk menunjukkan keindahan budi pekerti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Setiap kita punya kewajiban untuk berbuat baik, tanpa harus punya penjelasan yang canggih. [**]

*Penulis : Nadirsyah Hosen
Wakil Ketua Pengasuh Pesantren Takhasus Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta.  Tulisan ini  sudah naik di situs personal Gus Nadir di https://nadirhosen.net


You may also like