Rachmat Hidayat: Kunker ke Luar Negeri Akhir Masa Jabatan Apa Urgensinya?

GENIAL. Kepergian anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa menjelang akhir masa jabatan menuai kecaman di provinsi itu. Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat, ikut angkat bicara dan mengecam kepergian tersebut. Karena, ia menilai kepergian para wakil rakyat ke sejumlah negara di Eropa tersebut tidak ada urgensinya bagi kinerja para anggota dewan. Apalagi hal itu dilakukan di akhir masa jabatan.

“Kunjungan kerja ini sebuah kebodohan. Coba saya tanya apa urgensinya dan implementasinya setelah mereka balik dari luar negeri,” ujarnya di Mataram, Selasa (12/8).

Sebagai anggota DPR RI, dirinya pun mengaku punya kesempatan untuk melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri. Namun, ia tidak pernah mau mengambil kesempatan tersebut. Karena, ia sadar hal tersebut tidak ada manfaat dan kaitannya dengan tugas-tugas pokok dan fungsinya di parlemen.

“Kalau saya mau pergi ke luar negeri melalui DPR RI juga ada, tapi apa urgensinya kalau kita pergi. Kalau tidak ada ngapain pergi, coba itu dipikirkan,” kata Rachmat Hidayat dengan ketus.

Karena itu, menurut Rachmat, kunker para wakil rakyat tersebut sangatlah tidak tepat. Terlebih di tengah APBD NTB sedang defisit. Belum lagi ditambah masyarakat NTB masih banyak yang berada di garis kemiskinan dan terkena bencana.

“Sampah saja ada dimana-mana, anggaran terbatas, warga miskin masih banyak. Kok mereka pergi berleha-leha ke luar negeri, makanya saya tegas tidak setuju pergi itu,” sesalnya.

Selaku Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, dirinya pun telah melarang anggota DPRD NTB dari fraksi PDI Perjuangan untuk ikut-ikutan berangkat kunker ke luar negeri. “Saya sudah larang mereka ikut. Tidak boleh ada anggota dari PDI Perjuangan untuk pergi,” tegas anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.

Meski demikian, Rachmat Hidayat tidak ingin menyalahkan DPRD NTB sendirian. Karena para wakil rakyat pergi juga atas dasar persetujuan gubernur selaku penguasa anggaran.

“Ada apa gubernur setuju anggota dewan pergi ke luar negeri kalau tidak ada kongkalikongnya, pasti ada sogokan. Makanya kita tidak bisa juga menyalahkan DPRD sendirian. Karena mereka pergi itu kan pasti ada persetujuan Gubernur NTB,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD NTB Mahdi, mengatakan perjalanan kunker anggota DPRD ke sejumlah negara menghabiskan anggaran hingga Rp3,5 miliar. “Anggaran untuk kunjungan kerja ini menghabiskan sekitar Rp3,5 miliar,” ujarnya.

Seperti dikutip dari Gesuri.id, menurutnya, keberangkatan anggota DPRD NTB ke sejumlah negara tersebut sudah masuk di dalam Daftar Program Anggaran (DPA) tahun 2019 dan sudah mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan izin dari Sekretariat Negara (Setneg).

“Begitupun exit permit dari Kemenlu juga sudah didapatkan. Sehingga secara administrasi perjalanan ini sah dan legal,” jelas Mahdi.

Mahdi membantah, alokasi anggaran yang dipergunakan untuk pelaksanaan kunker tersebut tidak sebanyak seperti yang beredar dan viral di sejumlah media sosial. Menurutnya setelah dilakukan rasionalisasi anggaran, alokasi anggaran untuk kunker tersebut hanya sekitar Rp3,5 miliar.

“Angkanya tidak sebesar yang dibayangkan, karena ada juga anggota dewan yang tidak jadi berangkat seperti yang naik haji sekitar 10 orang. Kemudian karena ada kesibukan lain seperti adanya tugas kepartaian dan urusan keluarga. Lebih kurang ada sekitar 15 orang anggota dewan yang tidak berangkat,” terangnya.

Disinggung apa “output” dari pelaksanaan kunker ke luar negeri tersebut, Mahdi menyatakan output yang bisa diharapkan dari pelaksanaan kunker itu adalah bagi anggota DPRD NTB yang terpilih kembali, perjalanan kunker ini akan menjadi pelajaran berharga untuk pengembangan sejumlah kesepakatan antara Provinsi NTB dengan negara-negara yang menjadi tujuan kunjungan baik di dalam aspek pendidikan, kebudayaan dan pariwisata. Apalagi kunjungan tersebut dilakukan lintas komisi.

“Jadi disamping menimba pengalaman, juga akan ada banyak hal yang bisa dilakukan pada saat kunker ini. Bagi anggota DPRD NTB yang tidak terpilih lagi, paling tidak mereka memiliki wawasan terhadap kondisi negara yang dikunjunginya,” ucap Mahdi.

“Sebenarnya agenda kunker ini harusnya dilakukan pada awal tahun, hanya saja karena padatnya agenda kegiatan seperti pelaksanaan Pilpres dan Pileg, maka baru bisa dilaksanakan pada bulan ini,” katanya.

Diketahui, anggota DPRD NTB akan berangkat ke sejumlah negara dalam rangka kunker. Di antara negara yang menjadi tujuan para wakil rakyat tersebut antara lain Italia, Swiss, Turki, Australia, Belanda, Prancis dan Belgia.

Keberangkatan para anggota dewan ini terbagi dalam dua rombongan. Rombongan pertama berangkat pada 3 Agustus dan baru pulang pada 9 Agustus. Rombongan kedua akan berangkat pada 13 Agustus dan pulang pada 19 Agustus 2019.

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Konsep GBHN yang Diusulkan PDIP Berbeda dengan Zaman Orba

GENIAL. Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menjelaskan, konsep Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang diusulkan PDI Perjuangan berbeda...

Lima Bersaudara Dilantik Jadi Anggota DPRD

GENIAL. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, periode 2019-2024, menjadi saksi bisu keberhasilan lima bersaudara....

PDIP Unjuk Gigi Tim Penanggulangan Bencana

GENIAL. PDI Perjuangan unjuk gigi penanganan cepat penanggulangan bencana yang terjadi di Tanah Air saat delegasi Rusia menyambangi Kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta,...

Abdul Rafiq Potensial untuk Ketua DPRD Sumbawa

GENIAL. DPC PDI Perjuangan Sumbawa setidaknya menyiapkan tiga nama yang dicalonkan sebagai Ketua DPRD. Ketiga nama tersebut adalah Abdul Rafiq, Gita Liesbano, dan Eddy...

Berharap Duduk di Komisi X DPR Rano Berkomitmen Majukan Budaya

GENIAL. Caleg DPR RI terpilih periode 2019-2024 Rano Karno mengatakan kebudayaan adalah salah satu bagian dari Trisakti Bung Karno. Karena itu, PDI Perjuangan menjadikan...

Anak Kartosuwiryo Berikrar Setia Pada NKRI di Hadapan Wiranto

GENIAL. Sarjono Kartosuwiryo, anak dari Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, tokoh utama Gerakan DI/TII yang hendak mendirikan Negara Islam Indonesia, membaca ikrar setia terhadap Pancasila, UUD...

Rachmat Hidayat: Kunker ke Luar Negeri Akhir Masa Jabatan Apa Urgensinya?

GENIAL. Kepergian anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa menjelang akhir masa jabatan menuai kecaman di provinsi itu. Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat, ikut angkat bicara dan mengecam kepergian tersebut. Karena, ia menilai kepergian para wakil rakyat ke sejumlah negara di Eropa tersebut tidak ada urgensinya bagi kinerja para anggota dewan. Apalagi hal itu dilakukan di akhir masa jabatan.

“Kunjungan kerja ini sebuah kebodohan. Coba saya tanya apa urgensinya dan implementasinya setelah mereka balik dari luar negeri,” ujarnya di Mataram, Selasa (12/8).

Sebagai anggota DPR RI, dirinya pun mengaku punya kesempatan untuk melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri. Namun, ia tidak pernah mau mengambil kesempatan tersebut. Karena, ia sadar hal tersebut tidak ada manfaat dan kaitannya dengan tugas-tugas pokok dan fungsinya di parlemen.

“Kalau saya mau pergi ke luar negeri melalui DPR RI juga ada, tapi apa urgensinya kalau kita pergi. Kalau tidak ada ngapain pergi, coba itu dipikirkan,” kata Rachmat Hidayat dengan ketus.

Karena itu, menurut Rachmat, kunker para wakil rakyat tersebut sangatlah tidak tepat. Terlebih di tengah APBD NTB sedang defisit. Belum lagi ditambah masyarakat NTB masih banyak yang berada di garis kemiskinan dan terkena bencana.

“Sampah saja ada dimana-mana, anggaran terbatas, warga miskin masih banyak. Kok mereka pergi berleha-leha ke luar negeri, makanya saya tegas tidak setuju pergi itu,” sesalnya.

Selaku Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, dirinya pun telah melarang anggota DPRD NTB dari fraksi PDI Perjuangan untuk ikut-ikutan berangkat kunker ke luar negeri. “Saya sudah larang mereka ikut. Tidak boleh ada anggota dari PDI Perjuangan untuk pergi,” tegas anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.

Meski demikian, Rachmat Hidayat tidak ingin menyalahkan DPRD NTB sendirian. Karena para wakil rakyat pergi juga atas dasar persetujuan gubernur selaku penguasa anggaran.

“Ada apa gubernur setuju anggota dewan pergi ke luar negeri kalau tidak ada kongkalikongnya, pasti ada sogokan. Makanya kita tidak bisa juga menyalahkan DPRD sendirian. Karena mereka pergi itu kan pasti ada persetujuan Gubernur NTB,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD NTB Mahdi, mengatakan perjalanan kunker anggota DPRD ke sejumlah negara menghabiskan anggaran hingga Rp3,5 miliar. “Anggaran untuk kunjungan kerja ini menghabiskan sekitar Rp3,5 miliar,” ujarnya.

Seperti dikutip dari Gesuri.id, menurutnya, keberangkatan anggota DPRD NTB ke sejumlah negara tersebut sudah masuk di dalam Daftar Program Anggaran (DPA) tahun 2019 dan sudah mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan izin dari Sekretariat Negara (Setneg).

“Begitupun exit permit dari Kemenlu juga sudah didapatkan. Sehingga secara administrasi perjalanan ini sah dan legal,” jelas Mahdi.

Mahdi membantah, alokasi anggaran yang dipergunakan untuk pelaksanaan kunker tersebut tidak sebanyak seperti yang beredar dan viral di sejumlah media sosial. Menurutnya setelah dilakukan rasionalisasi anggaran, alokasi anggaran untuk kunker tersebut hanya sekitar Rp3,5 miliar.

“Angkanya tidak sebesar yang dibayangkan, karena ada juga anggota dewan yang tidak jadi berangkat seperti yang naik haji sekitar 10 orang. Kemudian karena ada kesibukan lain seperti adanya tugas kepartaian dan urusan keluarga. Lebih kurang ada sekitar 15 orang anggota dewan yang tidak berangkat,” terangnya.

Disinggung apa “output” dari pelaksanaan kunker ke luar negeri tersebut, Mahdi menyatakan output yang bisa diharapkan dari pelaksanaan kunker itu adalah bagi anggota DPRD NTB yang terpilih kembali, perjalanan kunker ini akan menjadi pelajaran berharga untuk pengembangan sejumlah kesepakatan antara Provinsi NTB dengan negara-negara yang menjadi tujuan kunjungan baik di dalam aspek pendidikan, kebudayaan dan pariwisata. Apalagi kunjungan tersebut dilakukan lintas komisi.

“Jadi disamping menimba pengalaman, juga akan ada banyak hal yang bisa dilakukan pada saat kunker ini. Bagi anggota DPRD NTB yang tidak terpilih lagi, paling tidak mereka memiliki wawasan terhadap kondisi negara yang dikunjunginya,” ucap Mahdi.

“Sebenarnya agenda kunker ini harusnya dilakukan pada awal tahun, hanya saja karena padatnya agenda kegiatan seperti pelaksanaan Pilpres dan Pileg, maka baru bisa dilaksanakan pada bulan ini,” katanya.

Diketahui, anggota DPRD NTB akan berangkat ke sejumlah negara dalam rangka kunker. Di antara negara yang menjadi tujuan para wakil rakyat tersebut antara lain Italia, Swiss, Turki, Australia, Belanda, Prancis dan Belgia.

Keberangkatan para anggota dewan ini terbagi dalam dua rombongan. Rombongan pertama berangkat pada 3 Agustus dan baru pulang pada 9 Agustus. Rombongan kedua akan berangkat pada 13 Agustus dan pulang pada 19 Agustus 2019.

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Lima Bersaudara Dilantik Jadi Anggota DPRD

GENIAL. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, periode 2019-2024, menjadi saksi bisu keberhasilan lima bersaudara....

Lord Didi dan Romantisme Orang Jawa

GENIAL.  Tentu banyak unsur sehingga Didi Kempot dijuluki sebagai Lord Didi dan lebih dari itu “The Godfather of Broken Heart”. Yang jelas, dia diuntungkan...

Konsep GBHN yang Diusulkan PDIP Berbeda dengan Zaman Orba

GENIAL. Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menjelaskan, konsep Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang diusulkan PDI Perjuangan berbeda...

Djarot Sindir Anies, Jomblo kok Betah!

GENIAL. Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mempertanyakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang masih betah ‘menjomblo’ memimpin Ibu Kota. Djarot yang pernah...

Relawan Eksponen HMI Pro Jokowi Minta Jaksa Agung Jangan Partisan

GENIAL. Wacana perebutan posisi Jaksa agung jadi bahasan politisi partai koalisi Jokowi. Tentu saja, wacana "perebutan" posisi Jaksa agung tidak elok. Pasalnya sebagai bagian...

Abdul Rafiq Potensial untuk Ketua DPRD Sumbawa

GENIAL. DPC PDI Perjuangan Sumbawa setidaknya menyiapkan tiga nama yang dicalonkan sebagai Ketua DPRD. Ketiga nama tersebut adalah Abdul Rafiq, Gita Liesbano, dan Eddy...
Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial