Persatuan

GENIAL. Di bulan Juni, sejarah dunia mencatat Perang 6 Hari. Saat itu tahun 1967. Dalam perang ini, Israel melawan tiga negara. Mesir, Yordania dan Suriah.

Total pasukan Israel 264 ribu. Total pasukan tiga negara 547 ribu atau dua kali lipatnya. Dari Israel, yang tewas 1.000 orang. Dari tiga negara, yang meninggal 20.000 orang.

Dengan pasukan hanya setengahnya, Israel mampu membunuh lawan 20 kali lipatnya.

Maka tak heran, dalam perang 6 hari itu, dari tanggal 5-10, Israel menang. Akibat perang ini, Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan jadi milik Israel.

39 tahun kemudian. Tahun 2006. Israel menyerang Libanon. Dua-duanya mengklaim lawan yang menyerang duluan.

Total pasukan Israel plus cadangan 30 ribu. Total pasukan Libanon plus tentara cadangan 10 ribu. Kekuatan 1 banding 3.

Namun dalam perang 33 hari itu Israel dipukul mundur. Dunia menyebut ini sebagai kemenangan Libanon meski jumlah yang meninggal lebih banyak. Di hari ke-35, perang berakhir.

Libanon bisa menahan serangan Israel karena persatuan nasional yang kokoh. Negara yang menjadi gudang penerbitan kitab-kitab di dunia Islam ini kompak dalam perbedaan.

Islam, baik Sunni maupun Syiah, bergandengan tangan dengan kaum Kristen. Pun demikian dengan warga yang beragama lokal bahkan beragama Yahudi sendiri. Kecintaan mereka pada tanah air benar-benar diwujudkan.

Bahkan dua bulan setelah perang, di bulan Oktober, penyanyi yang beragama Kristen Julia Boutros, menggelar konser. Di antara musik yang dinyanyikan dalam konser itu adalah isi surat pemimpin Hizbullah Sayyed Hasan Nasrullah kepada pasukannya yang mendominasi peperangan melawan Israel.

Karena itu lah mengapa persatuan itu penting. Dari semua kata-kata Bung Karno pun baik dalam orasi maupun tulisan, yang lahir dan wafat di bulan Juni itu juga, diksi paling banyak adalah kata-kata persatuan.

Tentu saja, tak semua orang suka dengan persatuan Indonesia. Mereka berusaha merobeknya. Dan para perobek persatuan Indonesia itu, bisa jadi orang dalam sendiri. Bung Karno menyebutnya sebagai komprador dalam negeri.

Mari jaga persatuan Indonesia. Indonesia memiliki 300 kelompok etnik. 1.340 suku bangsa. Ada 748 bahasa. Ada 6 agama plus dengan ragam kepercayaan lokal. Ini lah kekuatan Indonesia, sebagai anugerah Allah yang Maha Kuasa. [***]

Yayan Sopyani Al Hadi

Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Wasekjen KNPI Pusat Kritik Rekonsiliasi Bersyarat

Genial. Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat, Amilan Hatta, sebut rekonsiliasi diperlukan sebagai bentuk kedaulatan rakyat, bukan sebatas bagi-bagi jabatan. Dia pun mengkritik...

PDIP Optimis Jadi Penentu Arah Koalisi di Pilkada Kabupaten Bima

GENIAL. Hasil Pemilu Legislatif 2019 PDI Perjuangan Kabupaten Bima hanya mampu meraih dua kursi dari 6 Dapil. Perolehan ini memang agak menurun bila dibandingkan dengan...

PDIP Ingatkan PKB Koalisi Bukan Perhitungan Untung Rugi

GENIAL. Politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menegaskan koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf bukan diikat oleh perhitungan untung rugi. Karena itu, tak layak apabila ada partai yang...

Elit PDIP Sarankan Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS Tetap Jadi Oposisi

GENIAL. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira menyarankan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 untuk tetap mengambil posisi sebagai oposisi...

Kader PDIP Kalbar Solid Dukung Megawati

GENIAL. Jelang kongres PDI Perjuangan awal agustus 2019, dukungan untuk Megawati soekarnoputri kembali memimpin partai berlambang moncong putih tersebut semakin solid. Hal ini di...

Reforma Agraria Program Estafet dari Soekarno ke Jokowi

GENIAL. Reforma agraria terus dilakukan oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Belum lama ini, Pemerintah menyediakan lahan yang cukup untuk dapat dikelola oleh koperasi melalui program...

Persatuan

GENIAL. Di bulan Juni, sejarah dunia mencatat Perang 6 Hari. Saat itu tahun 1967. Dalam perang ini, Israel melawan tiga negara. Mesir, Yordania dan Suriah.

Total pasukan Israel 264 ribu. Total pasukan tiga negara 547 ribu atau dua kali lipatnya. Dari Israel, yang tewas 1.000 orang. Dari tiga negara, yang meninggal 20.000 orang.

Dengan pasukan hanya setengahnya, Israel mampu membunuh lawan 20 kali lipatnya.

Maka tak heran, dalam perang 6 hari itu, dari tanggal 5-10, Israel menang. Akibat perang ini, Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan jadi milik Israel.

39 tahun kemudian. Tahun 2006. Israel menyerang Libanon. Dua-duanya mengklaim lawan yang menyerang duluan.

Total pasukan Israel plus cadangan 30 ribu. Total pasukan Libanon plus tentara cadangan 10 ribu. Kekuatan 1 banding 3.

Namun dalam perang 33 hari itu Israel dipukul mundur. Dunia menyebut ini sebagai kemenangan Libanon meski jumlah yang meninggal lebih banyak. Di hari ke-35, perang berakhir.

Libanon bisa menahan serangan Israel karena persatuan nasional yang kokoh. Negara yang menjadi gudang penerbitan kitab-kitab di dunia Islam ini kompak dalam perbedaan.

Islam, baik Sunni maupun Syiah, bergandengan tangan dengan kaum Kristen. Pun demikian dengan warga yang beragama lokal bahkan beragama Yahudi sendiri. Kecintaan mereka pada tanah air benar-benar diwujudkan.

Bahkan dua bulan setelah perang, di bulan Oktober, penyanyi yang beragama Kristen Julia Boutros, menggelar konser. Di antara musik yang dinyanyikan dalam konser itu adalah isi surat pemimpin Hizbullah Sayyed Hasan Nasrullah kepada pasukannya yang mendominasi peperangan melawan Israel.

Karena itu lah mengapa persatuan itu penting. Dari semua kata-kata Bung Karno pun baik dalam orasi maupun tulisan, yang lahir dan wafat di bulan Juni itu juga, diksi paling banyak adalah kata-kata persatuan.

Tentu saja, tak semua orang suka dengan persatuan Indonesia. Mereka berusaha merobeknya. Dan para perobek persatuan Indonesia itu, bisa jadi orang dalam sendiri. Bung Karno menyebutnya sebagai komprador dalam negeri.

Mari jaga persatuan Indonesia. Indonesia memiliki 300 kelompok etnik. 1.340 suku bangsa. Ada 748 bahasa. Ada 6 agama plus dengan ragam kepercayaan lokal. Ini lah kekuatan Indonesia, sebagai anugerah Allah yang Maha Kuasa. [***]

Yayan Sopyani Al Hadi

Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Bob Marley di Mata Saya

GENIAL. Stasiun Bandung, 1993. Dengan masih menggunakan seragam putih-abu, kami bertujuh menyambangi rumah Cunong, buat mendapatkan se-amplop ”Paket Hemat.” Enam linting, barang Aceh katanya,...

Wasekjen KNPI Pusat Kritik Rekonsiliasi Bersyarat

Genial. Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat, Amilan Hatta, sebut rekonsiliasi diperlukan sebagai bentuk kedaulatan rakyat, bukan sebatas bagi-bagi jabatan. Dia pun mengkritik...

PDIP Belum Ajukan Nama Menteri kepada Jokowi

Genial. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan,  Ahmad Basarah mengatakan calon menteri dari kader PDIP yang akan diajukan kepada presiden terpilih Joko Widodo, merupakan...

Elit PDIP Sarankan Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS Tetap Jadi Oposisi

GENIAL. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira menyarankan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 untuk tetap mengambil posisi sebagai oposisi...

Haedar: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Menjadi Energi Bagi Kehidupan Kebangsaan

GENIAL. Pertemuan  yang dilakukan oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto  merupakan momentum yang bagus dalam kehidupan politik kebangsaan. Bahkan pertemuan ini sangat ditunggu-tunggu oleh...

Jawahir Siap Pimpin DPC PDIP Bener Meriah

GENIAL. DPC PDI Perjuangan Bener Meriah dalam waktu dekat akan segera melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) untuk menentukan struktural pengurus DPC periode 2019-2024. Sebelumnya diajukan...
Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial