Manipol USDEK, GBHN di Era Bung Karno

GENIAL. Wacana untuk menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) semakin mengemuka saat ini. Adalah PDI Perjuangan yang paling gencar mengusung wacana tersebut. Tujuannya, menjamin kesinambungan pembangunan nasional meski rezim pemerintahan berganti.

Berbagai respon pun muncul terhadap wacana tersebut. Ada yang berpandangan ‘miring’ terhadap wacana GBHN. Salah satu pandangan miring itu didasari anggapan bahwa GBHN adalah warisan Orde Baru.

Ya, istilah GBHN memang identik dengan era Orde Baru. Namun, apakah GBHN lahir pada masa Orde Baru?.  Untuk diketahui, esensi dari GBHN adalah suatu haluan yang menjadi panduan bagi seluruh lembaga negara dalam menerbitkan dan menjalankan kebijakan.
Dan haluan semacam itu bukan lahir di era Orde Baru pimpinan Soeharto, tapi sudah ada sejak masa pemerintahan Bung Karno.

Di era Bung Karno, ada Haluan Pokok Lembaga-Lembaga Negara yang wewenangnya diberikan oleh UUD 1945.  Namanya memang bukan GBHN, melainkan Haluan Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB).

Di era Bung Karno, yang menjadi Haluan Pembangunan Nasional Semesta Berencana adalah konsepsi dalam pidato Sang Proklamator berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” pada 17 Agustus 1959.  Dalam pidato tersebut, diuraikan sebuah Manifesto Politik (Manipol) yang berintikan lima unsur, yakni UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia. Kelima unsur itu biasa disebut USDEK. Sehingga manifesto politik tersebut dikenal sebagai Manipol USDEK.

Manipol USDEK inilah yang menjadi GBHN di era Bung Karno. Manipol USDEK mengatur haluan untuk seluruh lembaga negara, mulai dari eksekutif, legislatif, hingga yudikatif. Aspek pembangunan yang diatur juga bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan juga pembangunan karakter kebangsaan manusia Indonesia seutuhnya. Melalui Manipol USDEK ini pula, Pancasila menjadi ‘ideologi negara’ yang bersifat resmi dan tunggal.

Setelah ditetapkan sebagai haluan negara, doktrin Manipol USDEK diperkenalkan ke segala lini kehidupan. Dewan Pertimbangan Agung (DPA) menjadi lembaga yang menjalankan indoktrinasi Manipol USDEK.

Manipol USDEK pun menjadi materi yang disisipkan melalui kurikulum sekolah tingkat dasar hingga universitas. Indoktrinasi juga diberikan kepada para pegawai negeri dan karyawan perusahaan negara.  Seluruh partai politik, organisasi massa, dan pers wajib mendukung dan melaksanakan Manipol-USDEK. Sehingga Manipol USDEK tak hanya berfungsi sebagai haluan bagi lembaga-lembaga negara, tapi juga bagi seluruh komponen bangsa.

Maka,GBHN di era Bung Karno berbeda dengan GBHN di era Soeharto. Sebab, GBHN pada era Soeharto ruang lingkupnya hanya pada lembaga eksekutif saja. Selain itu, orientasi pembangunannya pun hanya pada aspek fisik saja. [Mil]

Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Ketum Hipmi 2019-2022 Dijabat Kader PDI Perjuangan

Genial. CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69, Mardani H Maming resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode kepengurusan...

Ada Pihak yang Menyerang Pribadi, PDIP Siap Pasang Badan untuk Jokowi

Genial. PDI Perjuangan pasang badan saat pribadi Presiden RI, Joko Widodo yang juga kader banteng diserang terkait pro kontra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Kami mengkritik...

Kisah Habibie di Ujung Kekuasaan Soeharto: Terima Telepon Mengejutkan dari Menko Ginandjar

Genial. BJ. Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia, mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, pada sekira pukul 18.05 WIB,...

Rafiq Pimpin DPRD Sumbawa, Segera Diparipurnakan

Genial. Sumbawa Besar - Keempat calon Pimpinan DPRD, A. Rafiq dari PDIP (Ketua), M. Ansori dari Partai Gerindra (Wakil Ketua), Syamsul Fikri M.Si dari...

Konsolidasi di Kalbar, PDIP Target Menang Minimal 60 Persen di Pilkada 2020

Genial. Di Pilkada Serentak 2020, akan ada pemilihan kepala daerah baru di 7 wilayah kabupaten/kota. Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya...

Sejarah Penyusunan Naskah Proklamasi

Tulisan ini pernah dimuat di jurnal Negarawan tahun 2006 Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945***Rombongan penjemput tiba di Rengasdengklok sekitar pukul 17.00....

Manipol USDEK, GBHN di Era Bung Karno

GENIAL. Wacana untuk menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) semakin mengemuka saat ini. Adalah PDI Perjuangan yang paling gencar mengusung wacana tersebut. Tujuannya, menjamin kesinambungan pembangunan nasional meski rezim pemerintahan berganti.

Berbagai respon pun muncul terhadap wacana tersebut. Ada yang berpandangan ‘miring’ terhadap wacana GBHN. Salah satu pandangan miring itu didasari anggapan bahwa GBHN adalah warisan Orde Baru.

Ya, istilah GBHN memang identik dengan era Orde Baru. Namun, apakah GBHN lahir pada masa Orde Baru?.  Untuk diketahui, esensi dari GBHN adalah suatu haluan yang menjadi panduan bagi seluruh lembaga negara dalam menerbitkan dan menjalankan kebijakan.
Dan haluan semacam itu bukan lahir di era Orde Baru pimpinan Soeharto, tapi sudah ada sejak masa pemerintahan Bung Karno.

Di era Bung Karno, ada Haluan Pokok Lembaga-Lembaga Negara yang wewenangnya diberikan oleh UUD 1945.  Namanya memang bukan GBHN, melainkan Haluan Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB).

Di era Bung Karno, yang menjadi Haluan Pembangunan Nasional Semesta Berencana adalah konsepsi dalam pidato Sang Proklamator berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” pada 17 Agustus 1959.  Dalam pidato tersebut, diuraikan sebuah Manifesto Politik (Manipol) yang berintikan lima unsur, yakni UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia. Kelima unsur itu biasa disebut USDEK. Sehingga manifesto politik tersebut dikenal sebagai Manipol USDEK.

Manipol USDEK inilah yang menjadi GBHN di era Bung Karno. Manipol USDEK mengatur haluan untuk seluruh lembaga negara, mulai dari eksekutif, legislatif, hingga yudikatif. Aspek pembangunan yang diatur juga bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan juga pembangunan karakter kebangsaan manusia Indonesia seutuhnya. Melalui Manipol USDEK ini pula, Pancasila menjadi ‘ideologi negara’ yang bersifat resmi dan tunggal.

Setelah ditetapkan sebagai haluan negara, doktrin Manipol USDEK diperkenalkan ke segala lini kehidupan. Dewan Pertimbangan Agung (DPA) menjadi lembaga yang menjalankan indoktrinasi Manipol USDEK.

Manipol USDEK pun menjadi materi yang disisipkan melalui kurikulum sekolah tingkat dasar hingga universitas. Indoktrinasi juga diberikan kepada para pegawai negeri dan karyawan perusahaan negara.  Seluruh partai politik, organisasi massa, dan pers wajib mendukung dan melaksanakan Manipol-USDEK. Sehingga Manipol USDEK tak hanya berfungsi sebagai haluan bagi lembaga-lembaga negara, tapi juga bagi seluruh komponen bangsa.

Maka,GBHN di era Bung Karno berbeda dengan GBHN di era Soeharto. Sebab, GBHN pada era Soeharto ruang lingkupnya hanya pada lembaga eksekutif saja. Selain itu, orientasi pembangunannya pun hanya pada aspek fisik saja. [Mil]

Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Desa Poto Kab. Sumbawa Percontohan Pemajuan Kebudayaan di Indonesia

Desa Poto merupakan satu-satunya desa di kawasan timur Indonesia yang terpilih, dan akan direplikasi oleh desa-desa lainnya di Indonesia.

Ketum Hipmi 2019-2022 Dijabat Kader PDI Perjuangan

Genial. CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69, Mardani H Maming resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode kepengurusan...

Sebut Jokowi Salah Urus Negara, Alumni HMI: Pernyataan Amien Sangat Naif dan Lecehkan Pilihan Rakyat

Genial. Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mahmuddin Muslim menilai pernyataan Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais yang menyebut pemerintahan Jokowi-JK sudah salah urus...

Lima Bersaudara Dilantik Jadi Anggota DPRD

GENIAL. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, periode 2019-2024, menjadi saksi bisu keberhasilan lima bersaudara....

Ada Pihak yang Menyerang Pribadi, PDIP Siap Pasang Badan untuk Jokowi

Genial. PDI Perjuangan pasang badan saat pribadi Presiden RI, Joko Widodo yang juga kader banteng diserang terkait pro kontra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Kami mengkritik...

Kemendikbud Gelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional

GENIAL. Upaya untuk mewujudkan peningkatan kualitas pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing terus dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah...

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial