Kemendikbud Gelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional

GENIAL. Upaya untuk mewujudkan peningkatan kualitas pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing terus dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan perhatian terhadap pencapaian guru dan tenaga kependidikan (GTK). Untuk mewujudkan pemberian apresiasi terhadap capaian tersebut, tahun ini Kemendikbud kembali menggelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, Supriano mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 13 s.d. 18 Agustus 2019, di Jakarta. “Ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ditjen GTK untuk memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk berinovasi, baik dari tingkat PAUD sampai dengan SMA/SMK, dan memberikan penghargaan kepada guru kita di daerah 3T sebagai guru yang berdedikasi,” katanya saat pembukaan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 di Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, Selasa (13/8).

Acara Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi ini diselenggarakan Kemendikbud sebagai langkah konkret menyukseskan visi Pemerintah yang fokus pada pembangunan manusia dan semangat HUT ke-74 RI “SDM Unggul Indonesia Maju”. Dan pada tahun 2019 kegiatan ini diikuti 695 orang Guru dan Tenaga Kependidikan dari 34 provinsi. Peserta terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan yang telah mengikuti seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Dalam lomba ini akan ada 28 kategori yang memisahkan tiap jabatan fungsional dan jenjang pendidikan, seperti kategori guru, kepala sekolah, dan pengawas pada jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Sekolah Luar Biasa dan sekolah inklusif. Masing-masing juara 1, 2, dan 3, akan memperoleh hadiah 20 juta rupiah, 15 juta rupiah, dan 10 juta rupiah. Bagi seluruh peserta yang tidak memperoleh juara, juga akan diberikan apresiasi berupa imbalan prestasi senilai 3 juta rupiah karena berstatus sebagai finalis yang dikirimkan dari daerah.

Penilaian pada lomba guru berprestasi, tidak hanya fokus pada kompetensi teknis dan akademis, tetapi juga tiga kompetensi lain yaitu sosial, profesionalitas, dan wawasan kependidikan turut dinilai. Selain itu, uji kemampuan tersebut tak hanya dilakukan melalui tes tertulis, tetapi juga melalui beberapa rangkaian kegiatan para guru dan tenaga kependidikan dengan membuat video aktivitasnya selama mengajar di sekolah yang diunggah secara daring, dan penilaian melalui aktivitas permainan dan tugas kelompok.

Selain memberikan apresiasi kepada guru-guru yang berprestasi dari berbagai daerah, Kemendikbud juga memberikan apresiasi terhadap guru dan tenaga kependidikan yang menjalankan peran dan fungsinya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kategori ini disebut ebagai daerah khusus. Dalam kategori ini yang dinilai bukan sekadar prestasi, kemudian juga ketegori berdedikasi, dimana para guru yang mengabdi di daerah 3T mendapat apresiasi dari negara.

Karena sifatnya sebagai kategori khusus dan menekankan apresiasi Pemerintah pada pengabdian para guru, maka aspek penilaian kategori ini dibuat berbeda. Para guru hanya perlu mengumpulkan dokumen dedikasi dan profil pengabdian. Penilaian akan dilakukan lewat presentasi para guru menjabarkan pengalaman kerjanya di lapangan.

“Para guru dan tenaga kependidikan yang terpilih nantinya juga akan diajak mengikuti Rapat Sidang Paripurna tanggal 16 Agustus di DPR RI, dan Upacara 17 Agustus di kantor Kemendikbud,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, M.Q. Wisnu Aji saat pembukaan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 di Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, Selasa (13/8).

Baca Juga

Terkini

Ini Isi Pidato Lengkap Jokowi Pasca Dilantik

Genial - Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Dalam pidato pertamanya usai pelantikan, Jokowi menekankan pentingnya mendobrak...

Resmi! Jokowi – Ma’ruf Amin Jabat Presiden & Wakil Presiden RI

Genial - Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin telah mengucapkan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian, Jokowi-Ma'ruf resmi menjadi RI-1...

Panglima TNI Jelang Pelantikan: Lancar dan Keamanan Terjaga

Genial - Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama dengan Kapolri Jendral Tito Karnavian melakukan peninjauan ke...

Pengamat: Saat Ini yang Paling Dinanti Pengumuman Kabinet Kerja Jilid Dua

Genial - Menteri-menteri yang nantinya akan membantu Presiden Jokowi di periode kedua pemerintahannya haru mampu bekerja keras dan profesional. Ini harus benar-benar dilakukan untuk...

Megawati, SBY dan Prabowo Bakal Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

Genial - Presiden- wakil presiden, Jokowi - Ma'ruf Amin akan dilantik hari ini, Minggu Minggu (20/10) di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Pelantikan akan dilakukan oleh...

Prabowo Pastikan Hadiri Pelantikan Jokowi – Amin

Genial - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri upacara pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, di...

Kemendikbud Gelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional

GENIAL. Upaya untuk mewujudkan peningkatan kualitas pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing terus dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan perhatian terhadap pencapaian guru dan tenaga kependidikan (GTK). Untuk mewujudkan pemberian apresiasi terhadap capaian tersebut, tahun ini Kemendikbud kembali menggelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, Supriano mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 13 s.d. 18 Agustus 2019, di Jakarta. “Ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ditjen GTK untuk memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk berinovasi, baik dari tingkat PAUD sampai dengan SMA/SMK, dan memberikan penghargaan kepada guru kita di daerah 3T sebagai guru yang berdedikasi,” katanya saat pembukaan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 di Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, Selasa (13/8).

Acara Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi ini diselenggarakan Kemendikbud sebagai langkah konkret menyukseskan visi Pemerintah yang fokus pada pembangunan manusia dan semangat HUT ke-74 RI “SDM Unggul Indonesia Maju”. Dan pada tahun 2019 kegiatan ini diikuti 695 orang Guru dan Tenaga Kependidikan dari 34 provinsi. Peserta terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan yang telah mengikuti seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Dalam lomba ini akan ada 28 kategori yang memisahkan tiap jabatan fungsional dan jenjang pendidikan, seperti kategori guru, kepala sekolah, dan pengawas pada jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Sekolah Luar Biasa dan sekolah inklusif. Masing-masing juara 1, 2, dan 3, akan memperoleh hadiah 20 juta rupiah, 15 juta rupiah, dan 10 juta rupiah. Bagi seluruh peserta yang tidak memperoleh juara, juga akan diberikan apresiasi berupa imbalan prestasi senilai 3 juta rupiah karena berstatus sebagai finalis yang dikirimkan dari daerah.

Penilaian pada lomba guru berprestasi, tidak hanya fokus pada kompetensi teknis dan akademis, tetapi juga tiga kompetensi lain yaitu sosial, profesionalitas, dan wawasan kependidikan turut dinilai. Selain itu, uji kemampuan tersebut tak hanya dilakukan melalui tes tertulis, tetapi juga melalui beberapa rangkaian kegiatan para guru dan tenaga kependidikan dengan membuat video aktivitasnya selama mengajar di sekolah yang diunggah secara daring, dan penilaian melalui aktivitas permainan dan tugas kelompok.

Selain memberikan apresiasi kepada guru-guru yang berprestasi dari berbagai daerah, Kemendikbud juga memberikan apresiasi terhadap guru dan tenaga kependidikan yang menjalankan peran dan fungsinya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kategori ini disebut ebagai daerah khusus. Dalam kategori ini yang dinilai bukan sekadar prestasi, kemudian juga ketegori berdedikasi, dimana para guru yang mengabdi di daerah 3T mendapat apresiasi dari negara.

Karena sifatnya sebagai kategori khusus dan menekankan apresiasi Pemerintah pada pengabdian para guru, maka aspek penilaian kategori ini dibuat berbeda. Para guru hanya perlu mengumpulkan dokumen dedikasi dan profil pengabdian. Penilaian akan dilakukan lewat presentasi para guru menjabarkan pengalaman kerjanya di lapangan.

“Para guru dan tenaga kependidikan yang terpilih nantinya juga akan diajak mengikuti Rapat Sidang Paripurna tanggal 16 Agustus di DPR RI, dan Upacara 17 Agustus di kantor Kemendikbud,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, M.Q. Wisnu Aji saat pembukaan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 di Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, Selasa (13/8).

Advertorialhttps://www.genial.id/
Advertorial Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Terkini

Joker: Antara Isu Ekologi dan Pesan Kemanusiaan

Genial. Watak manusia dan alam masa kini cenderung menampakkan wajah yang menakutkan. Ia suci, sekaligus menyimpan belati dalam dirinya, yang siap membunuh siapa saja....

Pesantren Persatuan Islam Pasca Terbitnya UU Pesantren

Terbitnya Undang- undang Pesantren harus dijadikan momentum perbaikan tata kelola pendidikan di Jamiyah Persatuan Islam yang selama ini terkesan tidak memiliki grand design sehingga...

Ada Joker Di Antara Kita

Genial. Dalam trilogi The Dark Knight, musuh Batman (Christian Bale) yang paling kuat, hebat dan punya harga diri tinggi adalah Joker.Joker merupakan musuh yang...

Pemda Sumbawa Komit Support Poto Sebagai Desa Pemajuan Kebudayaan Dari Indonesia Timur

Genial. Jakarta - Desa Poto di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditetapkan sebagai salah satu dari 10 desa percontohan pemajuan...

Lama Puasa Juara, Leo/Daniel Harumkan Indonesia Pada Kejuaraan WJC 2019

Genial - Setelah berhasil mengalahkan wakil dari China Di Zi Jian/Wang Chang pada babak final yang berlangsung di Kazan Rusia, Minggu (13/10) pasangan wakil...

Palapa Ring “Tol Langit” Dengan Kapasitas 100 Gbps

Genial - Pemerintah era Joko Widodo telah meresmikan rampungnya proyek infrastruktur jaringan kabel optik, Palapa Ring alias 'Tol Langit' pada Senin (14/10). Pembangunan tulang punggung jaringan telekomunikasi yang...

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial