Jembatan Emas Lelaki yang Menantang Badai

GENIAL. Banyak orang menjadi politisi, namun jarang sekali mampu bermetamorfosis menjadi seorang negarawan besar. Di antara sedikit dari sosok negarawan besar di era Indonesia modern itu adalah Haji Taufiq Kiemas.

Dalam gelanggang politik Indonesia, Ketua MPR RI 2009-2014 ini bahkan bisa dikatakan sebagai satu-satunya jembatan di antara berbagai golongan dan kelompok. Taufiq bisa berkomunikasi dengan siapapun, bahkan dengan mereka yang saling bertentangan. Taufiq Kiemas adalah wujud yang bisa mempersatukan tokoh-tokoh di Indonesia.

Jaring dan jangkar komunikasi Taufiq Kiemas tak terbatas di dunia politik, namun juga di wilayah aktivitas keagamaan. Bahkan dua ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan NU, merasa begitu dekat dengan Taufiq Kiemas. Taufiq seringkali dianggap menjadi bagian di dalamnya. Hubungan Taufiq dengan para tokoh Muhammadiyah dan NU pun begitu rapat dan hangat.

Tentu saja ini tak lepas dari jejak panjang Taufiq Kiemas. Lahir dari Keluarga Besar Masyumi, Taufiq Kiemas tumbuh menjadi seorang aktivis nasionalis, Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI). Taufiq tumbuh sebagai muslim yang kokoh, serta di saat yang sama menjadi Soekarnois yang tangguh.

Demi keyakinan pergerakannya, Taufiq bukan semata melawan arus melainkan juga menantang badai. Demi keyakinan ideoogisnya, penjara tak membuatnya lari.

Karena itu semangat juang Taufiq Kiemas menjadi sangat penting untuk diwariskan kepada anak-anak muda. Lebih-lebih ketika Indonesia mengalami ujian keterbelahan karena sikap politik yang berbeda. Ruh dan api pergerakan Taufiq Kiemas harus dihidupkan terus-menerus. Komitmen Taufiq pada Persatuan Indonesia harus diajarkan dari generasi ke generasi. Sehingga anak muda tak kehilangan orientasi dalam berbangsa dan bernegara.

Termasuk di dalamnya di kalangan anak-anak muda Muhammadiyah. Lebih-lebih hubungan Taufiq Kiemas dengan Muhammadiyah bukan semata hubungan taktis. Pun demikian hubungan antara Muhammadiyah dengan Soekarno. Begitu juga hubungan Muhammadiyah dengan PDI Perjuangan, tampat Taufiq Kiemas berjuang di jalur politik. Hubungan Taufiq Kiemas, Muhammadiyah, Soekarno dan PDI Perjuangan adalah hubungan historis dan ideologis yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Hubungan erat ini jauh mendahului Kemerdekaan Indonesia, ketika Bung Karno masih ngaji ke KH Ahmad Dahlan di Surabaya hingga menjadi Ketua Majelis Pengajaran Muhammadiyah di Bengkulu. Bahkan Bung Karno menikahi Ibu Fatmawati, puteri tokoh Muhammadiyah Hasan Din yang juga aktivis Nasyiatul Aisyiyah (Pemudi Muhammadiyah). Kelak, saat menjadi Presiden RI, Bung Karno pula yang merestui pendirian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Dalam konteks ini, Taufiq Kiemas adalah jembatan emas untuk menghidupkan sejarah masa lalu itu. Bukan semata dalam kenangan, melainkan juga menjadi bara api menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Hubungan ini harus dihidupkan terus menerus di kalangan generasi muda demi memperkokoh Persatuan Indonesia yang selalu disampaikan Bung Karno.

Dan karena itu lah, film Taufiq Kiemas: Lelaki yang Menantang Badai, yang akan ditayangkan di bioskop akhir tahun ini sangat layak disambut dengan gembira. [***]

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Wasekjen KNPI Pusat Kritik Rekonsiliasi Bersyarat

Genial. Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat, Amilan Hatta, sebut rekonsiliasi diperlukan sebagai bentuk kedaulatan rakyat, bukan sebatas bagi-bagi jabatan. Dia pun mengkritik...

PDIP Optimis Jadi Penentu Arah Koalisi di Pilkada Kabupaten Bima

GENIAL. Hasil Pemilu Legislatif 2019 PDI Perjuangan Kabupaten Bima hanya mampu meraih dua kursi dari 6 Dapil. Perolehan ini memang agak menurun bila dibandingkan dengan...

PDIP Ingatkan PKB Koalisi Bukan Perhitungan Untung Rugi

GENIAL. Politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menegaskan koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf bukan diikat oleh perhitungan untung rugi. Karena itu, tak layak apabila ada partai yang...

Kader PDIP Kalbar Solid Dukung Megawati

GENIAL. Jelang kongres PDI Perjuangan awal agustus 2019, dukungan untuk Megawati soekarnoputri kembali memimpin partai berlambang moncong putih tersebut semakin solid. Hal ini di...

Elit PDIP Sarankan Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS Tetap Jadi Oposisi

GENIAL. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira menyarankan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 untuk tetap mengambil posisi sebagai oposisi...

Reforma Agraria Program Estafet dari Soekarno ke Jokowi

GENIAL. Reforma agraria terus dilakukan oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Belum lama ini, Pemerintah menyediakan lahan yang cukup untuk dapat dikelola oleh koperasi melalui program...

Jembatan Emas Lelaki yang Menantang Badai

GENIAL. Banyak orang menjadi politisi, namun jarang sekali mampu bermetamorfosis menjadi seorang negarawan besar. Di antara sedikit dari sosok negarawan besar di era Indonesia modern itu adalah Haji Taufiq Kiemas.

Dalam gelanggang politik Indonesia, Ketua MPR RI 2009-2014 ini bahkan bisa dikatakan sebagai satu-satunya jembatan di antara berbagai golongan dan kelompok. Taufiq bisa berkomunikasi dengan siapapun, bahkan dengan mereka yang saling bertentangan. Taufiq Kiemas adalah wujud yang bisa mempersatukan tokoh-tokoh di Indonesia.

Jaring dan jangkar komunikasi Taufiq Kiemas tak terbatas di dunia politik, namun juga di wilayah aktivitas keagamaan. Bahkan dua ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan NU, merasa begitu dekat dengan Taufiq Kiemas. Taufiq seringkali dianggap menjadi bagian di dalamnya. Hubungan Taufiq dengan para tokoh Muhammadiyah dan NU pun begitu rapat dan hangat.

Tentu saja ini tak lepas dari jejak panjang Taufiq Kiemas. Lahir dari Keluarga Besar Masyumi, Taufiq Kiemas tumbuh menjadi seorang aktivis nasionalis, Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI). Taufiq tumbuh sebagai muslim yang kokoh, serta di saat yang sama menjadi Soekarnois yang tangguh.

Demi keyakinan pergerakannya, Taufiq bukan semata melawan arus melainkan juga menantang badai. Demi keyakinan ideoogisnya, penjara tak membuatnya lari.

Karena itu semangat juang Taufiq Kiemas menjadi sangat penting untuk diwariskan kepada anak-anak muda. Lebih-lebih ketika Indonesia mengalami ujian keterbelahan karena sikap politik yang berbeda. Ruh dan api pergerakan Taufiq Kiemas harus dihidupkan terus-menerus. Komitmen Taufiq pada Persatuan Indonesia harus diajarkan dari generasi ke generasi. Sehingga anak muda tak kehilangan orientasi dalam berbangsa dan bernegara.

Termasuk di dalamnya di kalangan anak-anak muda Muhammadiyah. Lebih-lebih hubungan Taufiq Kiemas dengan Muhammadiyah bukan semata hubungan taktis. Pun demikian hubungan antara Muhammadiyah dengan Soekarno. Begitu juga hubungan Muhammadiyah dengan PDI Perjuangan, tampat Taufiq Kiemas berjuang di jalur politik. Hubungan Taufiq Kiemas, Muhammadiyah, Soekarno dan PDI Perjuangan adalah hubungan historis dan ideologis yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Hubungan erat ini jauh mendahului Kemerdekaan Indonesia, ketika Bung Karno masih ngaji ke KH Ahmad Dahlan di Surabaya hingga menjadi Ketua Majelis Pengajaran Muhammadiyah di Bengkulu. Bahkan Bung Karno menikahi Ibu Fatmawati, puteri tokoh Muhammadiyah Hasan Din yang juga aktivis Nasyiatul Aisyiyah (Pemudi Muhammadiyah). Kelak, saat menjadi Presiden RI, Bung Karno pula yang merestui pendirian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Dalam konteks ini, Taufiq Kiemas adalah jembatan emas untuk menghidupkan sejarah masa lalu itu. Bukan semata dalam kenangan, melainkan juga menjadi bara api menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Hubungan ini harus dihidupkan terus menerus di kalangan generasi muda demi memperkokoh Persatuan Indonesia yang selalu disampaikan Bung Karno.

Dan karena itu lah, film Taufiq Kiemas: Lelaki yang Menantang Badai, yang akan ditayangkan di bioskop akhir tahun ini sangat layak disambut dengan gembira. [***]

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Bob Marley di Mata Saya

GENIAL. Stasiun Bandung, 1993. Dengan masih menggunakan seragam putih-abu, kami bertujuh menyambangi rumah Cunong, buat mendapatkan se-amplop ”Paket Hemat.” Enam linting, barang Aceh katanya,...

Wasekjen KNPI Pusat Kritik Rekonsiliasi Bersyarat

Genial. Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat, Amilan Hatta, sebut rekonsiliasi diperlukan sebagai bentuk kedaulatan rakyat, bukan sebatas bagi-bagi jabatan. Dia pun mengkritik...

PDIP Belum Ajukan Nama Menteri kepada Jokowi

Genial. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan,  Ahmad Basarah mengatakan calon menteri dari kader PDIP yang akan diajukan kepada presiden terpilih Joko Widodo, merupakan...

Elit PDIP Sarankan Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS Tetap Jadi Oposisi

GENIAL. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira menyarankan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 untuk tetap mengambil posisi sebagai oposisi...

Haedar: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Menjadi Energi Bagi Kehidupan Kebangsaan

GENIAL. Pertemuan  yang dilakukan oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto  merupakan momentum yang bagus dalam kehidupan politik kebangsaan. Bahkan pertemuan ini sangat ditunggu-tunggu oleh...

Jawahir Siap Pimpin DPC PDIP Bener Meriah

GENIAL. DPC PDI Perjuangan Bener Meriah dalam waktu dekat akan segera melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) untuk menentukan struktural pengurus DPC periode 2019-2024. Sebelumnya diajukan...
Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial