Jas Merah Pasca Pelurusan Sejarah

Genial – Pada medio 2010-2017, kerap kali saya nyambi mengajar lepas atau berdiskusi tentang masalah sosial dan sejarah, secara formal, nonformal atau informal, dengan audiens warga belajar remaja, selain bekerja sebagai abdi negara.

Tanggal sekitar 30 September ini tanggal favorit saya utk mengajar. Saya biasanya suka sisipkan tentang kisah Pengkhianatan G 30 S PKI. Favorit, karena hiburan bisa tertawa geli, mendengar jawaban dan penjelasan para siswa seputar apa itu PKI, yang kerap terdengar ganjil.

Saya biasanya memulai pelajaran dan diskusi dengan menanyakan pada peserta didik dan warga belajar, apa yang kalian ketahui tentang G 30 S ? Apa itu PKI ? Apa itu Komunis ?

Jawabannya tidak pernah sekalipun ada yang benar. Satu-satunya jawaban yang sedikit mengarah adalah : “PKI itu partai politik kan ya, Pak. Wah, ada yang tahu juga nih, pikir saya. Tapi lanjutan penjelasan sang siswa bikin saya kecele : “Ketuanya itu namanya Wiyono atau siapa gitu, orang Jawa, Pak.” Duh, ediaaannn, batin saya.

Ketika saya bertanya tentang G 30 S, di suatu tempat, jawabannya malah seragam, berhubungan dengan kesehatan dan olahraga. Ada yang jawab, semacam gerakan hidup sehat, semacam gerakan menggalakkan kebersihan, bahkan ada yang menjawab jenis pelayanan di Puskesmas. “Saya tahu, Pak…nenek saya juga ikutan. Yang senam untuk orangtua setiap pagi bukan ?” jawab seorang siswi dengan mata berbinar di suatu hari dalam peringatan sejarah terkelam di negeri ini, disaat saya bertanya,”Ayo, siapa lagi yang pernah dengar dan tahu apa itu G 30 S ?”

Alkisah, suatu hari, saya penasaran juga, ingin tahu sejauh mana pengetahuan tentang G 30 S PKI ini, kepada adik-adik mahasiswa. Kebetulan, saya juga rutin ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa-mahasiswi yang praktek kerja di kantor. Bertanyalah saya kepada mereka.

“Soler, kamu tahu apa itu PKI ?”tanya saya kepada salah seorang mahasiswa tercerdas yg pernah saya bimbing, yang akrab dipanggil Soler oleh kawan-kawannya.
“Tahu, Pak, Partai Komunis Indonesia !”jawabnya mantap.
“Kamu tahu apa sih G 30 S itu ?”
“Itu kan PKI itu yang memberontak ?”
“Memberontak bagaimana ?”
“Jenderal-jenderal diculik dan dibunuh. Sadis kata kakek saya mah. Wah kejam, Pak !”

Wuih, ada juga nih generasi muda yang tahu Sejarah, pekik batin ini girang.

“Siapa saja, Ler, yang diculik dan dibunuh itu ?!!!”korek saya lagi dengan antusias.
“Banyak, Pak…euhhh, ituuu Jenderal Sudirman, Jenderal saha deui nyak…Oh iyaaa, Chairil Anwar…Jenderal Husen… atau siapa lagi ya namanya….”katanya dengan mimik berpikir keras.
“Kalau DN Aidit pernah dengar, siapa dia ?”tanya saya mulai curiga.
“Nah, itu satu lagi, Jenderal Aidit korbannya… dimakamkan di Lubang Buaya kan yah…”jawabnya yakin.

Melihat saya menggelengkan kepala, kawannya, Usman, menepuk Soler lalu menjawab pertanyaan saya,”Bukaaan, Ler… Aidit mah bekas Menteri Agama ya, Pak ?” Ancurrrr.

Tapi jawaban tergila tentang DN Aidit bukanlah sebagaimana disampaikan Soler dan Usman. Nadine, seorang mahasiswi seni rupa, menekuni modelling juga malahan, yang saya pernah bimbing skripsinya, saat ditanya menjawab, “Aidit itu fotografer ya, Pak…” Ambyaaarrr.

Mungkin, anda mengira cerita saya mengada-ada. Tapi begitulah pengetahuan sejarah remaja kita. Kalau tidak percaya, coba iseng-iseng tanya secara spontan anak anda yang remaja, keponakan anda, tentang apa itu G 30 S ? Apa itu PKI ? Saya jamin, jawabannya pasti ajaib.

Saya bukan guru atau dosen yang baik, tapi Kepsek dan kolega selalu bilang saya ini pendidik yang lucu. Ketika saya berpesan “Ingattt Jas Merah” (jangan sampai melupakan sejarah, maksud saya), kepada Soler dan Usman, saat selesai meluruskan sejarah bangsa kita seputar tanggal-tanggal ini, besoknya Soler Cs datang pakai Jas Merah, jas almamaternya.

“Anak-anak praktek hari ini, Pak ?”tanya Bos pada saya, setelah melihat Soler Cs berkumpul di studio dengan jas almameter rapi jali.

“Enggak, Pak. Harusnya pakai Batik. Hari ini bantu saya lokakarya.”

“Wah, coba samperin dulu, Pak. Salah kostum mereka.”

Saat saya tegur, Soler malah berbalik komplain,”…kan Bapak sendiri yang bilang sama saya kemarin.”
“Bilang apa ?”
“Ingattt yaaa, Jas Merah. Begitu kata, Bapak…”

Tak hanya ingatan tentang Partai Komunis atau komunisme sendiri, tapi sejarah itu sendiri sepertinya sudah hilang dari remaja-remaja kita saat ini. Kalau kita percaya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya, apa yang saya alami ini bukan sekadar komedi satir, melainkan sebuah peringatan.(*)

*)Abang Eddy Adriansyah

Penulis adalah Pegiat Tajdid Institute, dan bekerja sebagai Analis di bidang Pendidikan Masyarakat. Saat ini bermukim di Portsmouth, Inggris.

Baca Juga

Terkini

Ini Isi Pidato Lengkap Jokowi Pasca Dilantik

Genial - Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Dalam pidato pertamanya usai pelantikan, Jokowi menekankan pentingnya mendobrak...

Resmi! Jokowi – Ma’ruf Amin Jabat Presiden & Wakil Presiden RI

Genial - Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin telah mengucapkan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian, Jokowi-Ma'ruf resmi menjadi RI-1...

Panglima TNI Jelang Pelantikan: Lancar dan Keamanan Terjaga

Genial - Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama dengan Kapolri Jendral Tito Karnavian melakukan peninjauan ke...

Pengamat: Saat Ini yang Paling Dinanti Pengumuman Kabinet Kerja Jilid Dua

Genial - Menteri-menteri yang nantinya akan membantu Presiden Jokowi di periode kedua pemerintahannya haru mampu bekerja keras dan profesional. Ini harus benar-benar dilakukan untuk...

Megawati, SBY dan Prabowo Bakal Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

Genial - Presiden- wakil presiden, Jokowi - Ma'ruf Amin akan dilantik hari ini, Minggu Minggu (20/10) di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Pelantikan akan dilakukan oleh...

Prabowo Pastikan Hadiri Pelantikan Jokowi – Amin

Genial - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri upacara pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, di...

Jas Merah Pasca Pelurusan Sejarah

Genial – Pada medio 2010-2017, kerap kali saya nyambi mengajar lepas atau berdiskusi tentang masalah sosial dan sejarah, secara formal, nonformal atau informal, dengan audiens warga belajar remaja, selain bekerja sebagai abdi negara.

Tanggal sekitar 30 September ini tanggal favorit saya utk mengajar. Saya biasanya suka sisipkan tentang kisah Pengkhianatan G 30 S PKI. Favorit, karena hiburan bisa tertawa geli, mendengar jawaban dan penjelasan para siswa seputar apa itu PKI, yang kerap terdengar ganjil.

Saya biasanya memulai pelajaran dan diskusi dengan menanyakan pada peserta didik dan warga belajar, apa yang kalian ketahui tentang G 30 S ? Apa itu PKI ? Apa itu Komunis ?

Jawabannya tidak pernah sekalipun ada yang benar. Satu-satunya jawaban yang sedikit mengarah adalah : “PKI itu partai politik kan ya, Pak. Wah, ada yang tahu juga nih, pikir saya. Tapi lanjutan penjelasan sang siswa bikin saya kecele : “Ketuanya itu namanya Wiyono atau siapa gitu, orang Jawa, Pak.” Duh, ediaaannn, batin saya.

Ketika saya bertanya tentang G 30 S, di suatu tempat, jawabannya malah seragam, berhubungan dengan kesehatan dan olahraga. Ada yang jawab, semacam gerakan hidup sehat, semacam gerakan menggalakkan kebersihan, bahkan ada yang menjawab jenis pelayanan di Puskesmas. “Saya tahu, Pak…nenek saya juga ikutan. Yang senam untuk orangtua setiap pagi bukan ?” jawab seorang siswi dengan mata berbinar di suatu hari dalam peringatan sejarah terkelam di negeri ini, disaat saya bertanya,”Ayo, siapa lagi yang pernah dengar dan tahu apa itu G 30 S ?”

Alkisah, suatu hari, saya penasaran juga, ingin tahu sejauh mana pengetahuan tentang G 30 S PKI ini, kepada adik-adik mahasiswa. Kebetulan, saya juga rutin ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa-mahasiswi yang praktek kerja di kantor. Bertanyalah saya kepada mereka.

“Soler, kamu tahu apa itu PKI ?”tanya saya kepada salah seorang mahasiswa tercerdas yg pernah saya bimbing, yang akrab dipanggil Soler oleh kawan-kawannya.
“Tahu, Pak, Partai Komunis Indonesia !”jawabnya mantap.
“Kamu tahu apa sih G 30 S itu ?”
“Itu kan PKI itu yang memberontak ?”
“Memberontak bagaimana ?”
“Jenderal-jenderal diculik dan dibunuh. Sadis kata kakek saya mah. Wah kejam, Pak !”

Wuih, ada juga nih generasi muda yang tahu Sejarah, pekik batin ini girang.

“Siapa saja, Ler, yang diculik dan dibunuh itu ?!!!”korek saya lagi dengan antusias.
“Banyak, Pak…euhhh, ituuu Jenderal Sudirman, Jenderal saha deui nyak…Oh iyaaa, Chairil Anwar…Jenderal Husen… atau siapa lagi ya namanya….”katanya dengan mimik berpikir keras.
“Kalau DN Aidit pernah dengar, siapa dia ?”tanya saya mulai curiga.
“Nah, itu satu lagi, Jenderal Aidit korbannya… dimakamkan di Lubang Buaya kan yah…”jawabnya yakin.

Melihat saya menggelengkan kepala, kawannya, Usman, menepuk Soler lalu menjawab pertanyaan saya,”Bukaaan, Ler… Aidit mah bekas Menteri Agama ya, Pak ?” Ancurrrr.

Tapi jawaban tergila tentang DN Aidit bukanlah sebagaimana disampaikan Soler dan Usman. Nadine, seorang mahasiswi seni rupa, menekuni modelling juga malahan, yang saya pernah bimbing skripsinya, saat ditanya menjawab, “Aidit itu fotografer ya, Pak…” Ambyaaarrr.

Mungkin, anda mengira cerita saya mengada-ada. Tapi begitulah pengetahuan sejarah remaja kita. Kalau tidak percaya, coba iseng-iseng tanya secara spontan anak anda yang remaja, keponakan anda, tentang apa itu G 30 S ? Apa itu PKI ? Saya jamin, jawabannya pasti ajaib.

Saya bukan guru atau dosen yang baik, tapi Kepsek dan kolega selalu bilang saya ini pendidik yang lucu. Ketika saya berpesan “Ingattt Jas Merah” (jangan sampai melupakan sejarah, maksud saya), kepada Soler dan Usman, saat selesai meluruskan sejarah bangsa kita seputar tanggal-tanggal ini, besoknya Soler Cs datang pakai Jas Merah, jas almamaternya.

“Anak-anak praktek hari ini, Pak ?”tanya Bos pada saya, setelah melihat Soler Cs berkumpul di studio dengan jas almameter rapi jali.

“Enggak, Pak. Harusnya pakai Batik. Hari ini bantu saya lokakarya.”

“Wah, coba samperin dulu, Pak. Salah kostum mereka.”

Saat saya tegur, Soler malah berbalik komplain,”…kan Bapak sendiri yang bilang sama saya kemarin.”
“Bilang apa ?”
“Ingattt yaaa, Jas Merah. Begitu kata, Bapak…”

Tak hanya ingatan tentang Partai Komunis atau komunisme sendiri, tapi sejarah itu sendiri sepertinya sudah hilang dari remaja-remaja kita saat ini. Kalau kita percaya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya, apa yang saya alami ini bukan sekadar komedi satir, melainkan sebuah peringatan.(*)

*)Abang Eddy Adriansyah

Penulis adalah Pegiat Tajdid Institute, dan bekerja sebagai Analis di bidang Pendidikan Masyarakat. Saat ini bermukim di Portsmouth, Inggris.

Redaksihttps://www.genial.id/
Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Terkini

Joker: Antara Isu Ekologi dan Pesan Kemanusiaan

Genial. Watak manusia dan alam masa kini cenderung menampakkan wajah yang menakutkan. Ia suci, sekaligus menyimpan belati dalam dirinya, yang siap membunuh siapa saja....

Pesantren Persatuan Islam Pasca Terbitnya UU Pesantren

Terbitnya Undang- undang Pesantren harus dijadikan momentum perbaikan tata kelola pendidikan di Jamiyah Persatuan Islam yang selama ini terkesan tidak memiliki grand design sehingga...

Ada Joker Di Antara Kita

Genial. Dalam trilogi The Dark Knight, musuh Batman (Christian Bale) yang paling kuat, hebat dan punya harga diri tinggi adalah Joker.Joker merupakan musuh yang...

Pemda Sumbawa Komit Support Poto Sebagai Desa Pemajuan Kebudayaan Dari Indonesia Timur

Genial. Jakarta - Desa Poto di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditetapkan sebagai salah satu dari 10 desa percontohan pemajuan...

Lama Puasa Juara, Leo/Daniel Harumkan Indonesia Pada Kejuaraan WJC 2019

Genial - Setelah berhasil mengalahkan wakil dari China Di Zi Jian/Wang Chang pada babak final yang berlangsung di Kazan Rusia, Minggu (13/10) pasangan wakil...

Palapa Ring “Tol Langit” Dengan Kapasitas 100 Gbps

Genial - Pemerintah era Joko Widodo telah meresmikan rampungnya proyek infrastruktur jaringan kabel optik, Palapa Ring alias 'Tol Langit' pada Senin (14/10). Pembangunan tulang punggung jaringan telekomunikasi yang...

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial