Hati-Hati di Malaysia, Gerombolan Serigala ISIS Menyebar lewat Medsos

Genial—Para tokoh yang menyebut kelompok Negara Islam atau ISIS sudah hilang dari muka bumi ini sebaiknya segera memberikan ralat. Sebab, baru-baru ini kepolisian Malaysia menangkap empat orang yang diduga sebagai simpatisan kelompok itu.

Kepala Divisi Kontraterorisme Malaysia, Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay menyebut keempat orang tersebut sebagai gerombolan serigala atau wolf pack di bawah ISIS.

Mirisnya, dari keempat orang itu satu di antaranya adalah warga negara Indonesia. Inisialnya FT dan berumur 49 tahun.

Sementara pelaku lainnya adalah warga negara Malaysia, yang diduga sebagai pemimpin komplotan dan dua pengungsi Rohingya dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar.

Menarik dari penangkapan ini, Datuk Ayob menjelaskan bahwa paham radikalisasi di Malaysia telah menyebar melalui media sosial. Pihak intelijen menemukan ada banyak artikel-artikel yang berkaitan dengan ideologi radikal. Melalui medsos, mereka membentuk satu komunikasi dengan anggota ISIS Indonesia dan Malaysia.

“Kebanyakan melalui media sosial,” kata Ayob dilansir BBC, Selasa (14/5).

Dalam penangkapan ini, aparat Malaysia melakukan pemantauan di media sosial dan mengumpulkan data-data intelijen.

Penangkapan kelompok ISIS dilakukan di waktu dan lokasi yang berbeda. Penangkapan pertama disertai dengan penyitaan sepucuk pistol jenis CZ 9mm, 15 butir peluru dan enam bom molotov yang masing-masing mempunyai panjang kira-kira 18 cm.

“Itu diperoleh dari negara tetangga dan akan digunakan dalam operasi pembunuhan dan serangan ke tempat ibadat bukan Islam serta pusat hiburan,” jelas Kepala Kepolisian Malaysia, Abdul Hamid Bador.

Secara terpisah, Datuk Ayob menolak menjelaskan dari negara mana senjata tersebut diperoleh keempat pria tersebut.

“Saya tidak bisa berbagi informasi itu. Malaysia banyak bersepadan dengan negara-negara jiran,” pungkasnya.

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Konsep GBHN yang Diusulkan PDIP Berbeda dengan Zaman Orba

GENIAL. Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menjelaskan, konsep Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang diusulkan PDI Perjuangan berbeda...

Lima Bersaudara Dilantik Jadi Anggota DPRD

GENIAL. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, periode 2019-2024, menjadi saksi bisu keberhasilan lima bersaudara....

Abdul Rafiq Potensial untuk Ketua DPRD Sumbawa

GENIAL. DPC PDI Perjuangan Sumbawa setidaknya menyiapkan tiga nama yang dicalonkan sebagai Ketua DPRD. Ketiga nama tersebut adalah Abdul Rafiq, Gita Liesbano, dan Eddy...

PDIP Unjuk Gigi Tim Penanggulangan Bencana

GENIAL. PDI Perjuangan unjuk gigi penanganan cepat penanggulangan bencana yang terjadi di Tanah Air saat delegasi Rusia menyambangi Kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta,...

Anak Kartosuwiryo Berikrar Setia Pada NKRI di Hadapan Wiranto

GENIAL. Sarjono Kartosuwiryo, anak dari Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, tokoh utama Gerakan DI/TII yang hendak mendirikan Negara Islam Indonesia, membaca ikrar setia terhadap Pancasila, UUD...

Manipol USDEK, GBHN di Era Bung Karno

GENIAL. Wacana untuk menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) semakin mengemuka saat ini. Adalah PDI Perjuangan yang paling gencar mengusung wacana tersebut. Tujuannya,...

Hati-Hati di Malaysia, Gerombolan Serigala ISIS Menyebar lewat Medsos

Genial—Para tokoh yang menyebut kelompok Negara Islam atau ISIS sudah hilang dari muka bumi ini sebaiknya segera memberikan ralat. Sebab, baru-baru ini kepolisian Malaysia menangkap empat orang yang diduga sebagai simpatisan kelompok itu.

Kepala Divisi Kontraterorisme Malaysia, Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay menyebut keempat orang tersebut sebagai gerombolan serigala atau wolf pack di bawah ISIS.

Mirisnya, dari keempat orang itu satu di antaranya adalah warga negara Indonesia. Inisialnya FT dan berumur 49 tahun.

Sementara pelaku lainnya adalah warga negara Malaysia, yang diduga sebagai pemimpin komplotan dan dua pengungsi Rohingya dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar.

Menarik dari penangkapan ini, Datuk Ayob menjelaskan bahwa paham radikalisasi di Malaysia telah menyebar melalui media sosial. Pihak intelijen menemukan ada banyak artikel-artikel yang berkaitan dengan ideologi radikal. Melalui medsos, mereka membentuk satu komunikasi dengan anggota ISIS Indonesia dan Malaysia.

“Kebanyakan melalui media sosial,” kata Ayob dilansir BBC, Selasa (14/5).

Dalam penangkapan ini, aparat Malaysia melakukan pemantauan di media sosial dan mengumpulkan data-data intelijen.

Penangkapan kelompok ISIS dilakukan di waktu dan lokasi yang berbeda. Penangkapan pertama disertai dengan penyitaan sepucuk pistol jenis CZ 9mm, 15 butir peluru dan enam bom molotov yang masing-masing mempunyai panjang kira-kira 18 cm.

“Itu diperoleh dari negara tetangga dan akan digunakan dalam operasi pembunuhan dan serangan ke tempat ibadat bukan Islam serta pusat hiburan,” jelas Kepala Kepolisian Malaysia, Abdul Hamid Bador.

Secara terpisah, Datuk Ayob menolak menjelaskan dari negara mana senjata tersebut diperoleh keempat pria tersebut.

“Saya tidak bisa berbagi informasi itu. Malaysia banyak bersepadan dengan negara-negara jiran,” pungkasnya.

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Lima Bersaudara Dilantik Jadi Anggota DPRD

GENIAL. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, periode 2019-2024, menjadi saksi bisu keberhasilan lima bersaudara....

Lord Didi dan Romantisme Orang Jawa

GENIAL.  Tentu banyak unsur sehingga Didi Kempot dijuluki sebagai Lord Didi dan lebih dari itu “The Godfather of Broken Heart”. Yang jelas, dia diuntungkan...

Konsep GBHN yang Diusulkan PDIP Berbeda dengan Zaman Orba

GENIAL. Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menjelaskan, konsep Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang diusulkan PDI Perjuangan berbeda...

Djarot Sindir Anies, Jomblo kok Betah!

GENIAL. Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mempertanyakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang masih betah ‘menjomblo’ memimpin Ibu Kota. Djarot yang pernah...

Relawan Eksponen HMI Pro Jokowi Minta Jaksa Agung Jangan Partisan

GENIAL. Wacana perebutan posisi Jaksa agung jadi bahasan politisi partai koalisi Jokowi. Tentu saja, wacana "perebutan" posisi Jaksa agung tidak elok. Pasalnya sebagai bagian...

Abdul Rafiq Potensial untuk Ketua DPRD Sumbawa

GENIAL. DPC PDI Perjuangan Sumbawa setidaknya menyiapkan tiga nama yang dicalonkan sebagai Ketua DPRD. Ketiga nama tersebut adalah Abdul Rafiq, Gita Liesbano, dan Eddy...
Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial