BW Seperti Politisi yang Kurang Literasi

GENIAL. Pernyataan kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW), dengan menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai Mahkamah Kalkulator merupakan pengiringan isu yang sangat tidak mendidik publik. BW juga terlihat jelas mau melecehkan institusi lembaga negara.

Demikian disampaikan Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Mahmudin Muslim. Mahmudin menilai BW juga mencoba mengiring publik seolah-olah MK hanya menngurusi sengketa pemilu. Padahal mandat konstitusi UUD 1945 memberikan kewenangan kepada MK untuk menguji formil dan materiil konstitusionalitas UU. Juga menyelesaikan sengketa kewenangan konstitusional antarlembaga negara.

“Dua dari lima wewenang yg diberikan konstitusi itu, pada faktanya yg paling banyak dan rutin dilakukan MK, ketimbang menyelesaikan sengketa hasil pemilu. Lewat dua kewenangan itu pula, keputusan MK mendasarkan pada  pertimbangan dan penilaian juridis konstitusional. Bukan mendasarkan pada perhitungan angka angka,” kata Mahmudin.

Mahmudin juga mengingatkan BW bahwa MK adalah kekuasaan yang merdeka. MK  secara mandiri mengatur urusan organisasi  administrasi dan keuangannya sendiri. Tidak boleh dan tidak bisa putusannya diintervensi oleh kekuasaan apapun dan siapapun. Sebaliknya semua pihak, termasuk rejim berkuasa harus menghormati dan patuh pada putusan MK yang final dan mengikat.

Idenpendensi MK ini, sambung Mahmudin, sangat jelas dan terang tidak bisa di intervensi oleh institusi negara lainnya, apalagi menjadi bagian dari sebuah pemerintahan. Makanya pernyataan BW dengan mengatakan semoga MK bukan bagian dari rejim yang korup memperlihatkan ketidaktahuan BW tentang konstitusi yang sangat jelas mengatur independensi MK.

“Pernyataaan BW ini lebih mirip politisi yang kurang literatur. Mestinya BW sebagai pengacara yang merupakan bagian dari aparat penegak hukum sebagai ada dalam UU Advokat bertanggungjawab untuk turut serta membangun kepercayaan publik pada proses hukum. Termasuk menjaga marwah sebuah lembaga negara,” demikian Mahmudin. [***]

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Mitos Angry Boy di Antara Patung Erotis Di Oslo

Genial—Ada mitos warga Oslo, Norwegia: apabila datang ke Norwegia, dan ingin kembali ke negara ini untuk kali kedua dan seterusnya, maka harus menemui dan...

Dua Peristiwa Besar di Bulan Ramadan

Genial—Ada banyak peristiwa bersejarah di bulan Ramadhan. Di antaranya ada dua peristiwa besar yang perlu diketahui umat muslim. Pertama, Peristiwa Perang Badar. Pada hari ke-17 Ramadhan...

Baitul Muslimin Indonesia Ajak Umat Islam Maknai Isra Mikraj Demi Indonesia Maju

JAKARTA - Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, mengajak umat Islam di Indonesia untuk berani tampil dan...

Catatan Hukum tentang Diskualifikasi

GENIAL. Prabowo-Sandi memohon Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan atau mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf sebagai peserta Pilpres 2019. Alasan yang mendasari pendiskualifikasian karena melakukan pelanggaran dan kecurangan secara...

Apa Saja Isi Museum Bapak Drama Modern

Genial—Bila berkunjung ke Norwegia, jangan lupa mampir ke Museum Ibsen di Oslo. Letak museum ini berada di tengah kota Oslo, persis di jalan di...

Din Syamsuddin dan Tantangan Perdamaian Dunia

Per Desember 2014 perusahaan analis risiko Verisk Maplecroft yang berbasis di Inggris melaporkan, pada tahun 2014 angka korban tewas akibat aksi terorisme meningkat hampir...

BW Seperti Politisi yang Kurang Literasi

GENIAL. Pernyataan kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW), dengan menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai Mahkamah Kalkulator merupakan pengiringan isu yang sangat tidak mendidik publik. BW juga terlihat jelas mau melecehkan institusi lembaga negara.

Demikian disampaikan Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Mahmudin Muslim. Mahmudin menilai BW juga mencoba mengiring publik seolah-olah MK hanya menngurusi sengketa pemilu. Padahal mandat konstitusi UUD 1945 memberikan kewenangan kepada MK untuk menguji formil dan materiil konstitusionalitas UU. Juga menyelesaikan sengketa kewenangan konstitusional antarlembaga negara.

“Dua dari lima wewenang yg diberikan konstitusi itu, pada faktanya yg paling banyak dan rutin dilakukan MK, ketimbang menyelesaikan sengketa hasil pemilu. Lewat dua kewenangan itu pula, keputusan MK mendasarkan pada  pertimbangan dan penilaian juridis konstitusional. Bukan mendasarkan pada perhitungan angka angka,” kata Mahmudin.

Mahmudin juga mengingatkan BW bahwa MK adalah kekuasaan yang merdeka. MK  secara mandiri mengatur urusan organisasi  administrasi dan keuangannya sendiri. Tidak boleh dan tidak bisa putusannya diintervensi oleh kekuasaan apapun dan siapapun. Sebaliknya semua pihak, termasuk rejim berkuasa harus menghormati dan patuh pada putusan MK yang final dan mengikat.

Idenpendensi MK ini, sambung Mahmudin, sangat jelas dan terang tidak bisa di intervensi oleh institusi negara lainnya, apalagi menjadi bagian dari sebuah pemerintahan. Makanya pernyataan BW dengan mengatakan semoga MK bukan bagian dari rejim yang korup memperlihatkan ketidaktahuan BW tentang konstitusi yang sangat jelas mengatur independensi MK.

“Pernyataaan BW ini lebih mirip politisi yang kurang literatur. Mestinya BW sebagai pengacara yang merupakan bagian dari aparat penegak hukum sebagai ada dalam UU Advokat bertanggungjawab untuk turut serta membangun kepercayaan publik pada proses hukum. Termasuk menjaga marwah sebuah lembaga negara,” demikian Mahmudin. [***]

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Mitos Angry Boy di Antara Patung Erotis Di Oslo

Genial—Ada mitos warga Oslo, Norwegia: apabila datang ke Norwegia, dan ingin kembali ke negara ini untuk kali kedua dan seterusnya, maka harus menemui dan...

Dua Peristiwa Besar di Bulan Ramadan

Genial—Ada banyak peristiwa bersejarah di bulan Ramadhan. Di antaranya ada dua peristiwa besar yang perlu diketahui umat muslim. Pertama, Peristiwa Perang Badar. Pada hari ke-17 Ramadhan...

Baitul Muslimin Indonesia Ajak Umat Islam Maknai Isra Mikraj Demi Indonesia Maju

JAKARTA - Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, mengajak umat Islam di Indonesia untuk berani tampil dan...

Catatan Hukum tentang Diskualifikasi

GENIAL. Prabowo-Sandi memohon Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan atau mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf sebagai peserta Pilpres 2019. Alasan yang mendasari pendiskualifikasian karena melakukan pelanggaran dan kecurangan secara...

Apa Saja Isi Museum Bapak Drama Modern

Genial—Bila berkunjung ke Norwegia, jangan lupa mampir ke Museum Ibsen di Oslo. Letak museum ini berada di tengah kota Oslo, persis di jalan di...

Din Syamsuddin dan Tantangan Perdamaian Dunia

Per Desember 2014 perusahaan analis risiko Verisk Maplecroft yang berbasis di Inggris melaporkan, pada tahun 2014 angka korban tewas akibat aksi terorisme meningkat hampir...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial