Boleh Marah, Asal Marah Karena Allah

GENIAL.  Manusia yang akan menjadi pemanang adalah manusia yang mampu menjaga amarahnya. Dengan mampu menjaga amarah, sejatinya manusia telah menjaga ketenangan jiwanya.

Coba kalau kita menjadi manusia yang suka atau mudah marah, pasti jiwa kita tidak pernah merasakan ketenangan. Sikap mudah marah ini tidak hanya bisa merusak hati, marah juga bisa merusak jantung; bahkan bisa menyebabkan kematian karena disebabkan serangan jantung.

Namun, tidak selamanya marah itu merupakan sikap yang harus dihindari. Manusia boleh marah saat melihat kemungkaran di depannya. Atau kita marah karena Allah, bukan marah karena hawa nafsu kita.

Apabila manusia marah karena Allah SWT, niscaya dia akan mendapatkan pahala dari sisiNya. Misalnya rasa amarah itu muncul dalam hatinya saat melihat hukum Allah diabaikan dan dilanggar. Atau tatkala dia melihat atau menyaksikan perbuatan haram merajalela.

Rasulallah SAW berwasiat kepada umatnya jangan marah karena urusan dunia, marahlah karena Allah. Jihad di jalan Allah juga merupakan bentuk kemarahan karena Allah. Marah melihat kemungkaran.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah merasa marah jika persoalan pribadinya diganggu. Namun, manusia suci ini marah saat melihat agama Allah diabaikan. Nabi pun tak pernah menghukum seseorang karena pelanggarannya terhadap beliau, kecuali jika melanggar hak Allah SWT.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Tidak dua pilihan diajukan kepada Nabi kecuali beliau memilih yang termudah di antara keduanya, selama tidak berdampak dosa. Tetapi jika itu dosa maka beliau menjauhi keduanya. Dan demi Allah, beliau tidak pernah menghukum seseorang karena sesuatu yang dilakukannya terhadap beliau. Kecuali jika larangan-larangan Allah dilanggar, maka beliau akan menjatuhkan hukum karena Allah.” (HR. Al-Bukhari no.6786 dari Aisyah)

Agar hati tenang maka jalani hidup ini sesuai dengan tuntunan Rasullah. Boleh marah asal marah kita kerana Allah. Jika marah kita berdasarkan hawa nafsu kita maka tidak hanya mendatangkan keburukan bagi diri sendiri, marah yang kita perbuat membuat kehidupan kita tidak merasa tenang dan bisa mendatangkan penyakit.

Marilah dari saat ini kita mampu menjaga amarah. Sikap mampu menjaga amarah juga termasuk ciri-ciri dari manusia yang bertaqwa. Boleh marah, tapi marahlah karena Allah. [***]

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Wasekjen KNPI Pusat Kritik Rekonsiliasi Bersyarat

Genial. Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat, Amilan Hatta, sebut rekonsiliasi diperlukan sebagai bentuk kedaulatan rakyat, bukan sebatas bagi-bagi jabatan. Dia pun mengkritik...

PDIP Optimis Jadi Penentu Arah Koalisi di Pilkada Kabupaten Bima

GENIAL. Hasil Pemilu Legislatif 2019 PDI Perjuangan Kabupaten Bima hanya mampu meraih dua kursi dari 6 Dapil. Perolehan ini memang agak menurun bila dibandingkan dengan...

PDIP Ingatkan PKB Koalisi Bukan Perhitungan Untung Rugi

GENIAL. Politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menegaskan koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf bukan diikat oleh perhitungan untung rugi. Karena itu, tak layak apabila ada partai yang...

Elit PDIP Sarankan Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS Tetap Jadi Oposisi

GENIAL. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira menyarankan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 untuk tetap mengambil posisi sebagai oposisi...

Kader PDIP Kalbar Solid Dukung Megawati

GENIAL. Jelang kongres PDI Perjuangan awal agustus 2019, dukungan untuk Megawati soekarnoputri kembali memimpin partai berlambang moncong putih tersebut semakin solid. Hal ini di...

Reforma Agraria Program Estafet dari Soekarno ke Jokowi

GENIAL. Reforma agraria terus dilakukan oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Belum lama ini, Pemerintah menyediakan lahan yang cukup untuk dapat dikelola oleh koperasi melalui program...

Boleh Marah, Asal Marah Karena Allah

GENIAL.  Manusia yang akan menjadi pemanang adalah manusia yang mampu menjaga amarahnya. Dengan mampu menjaga amarah, sejatinya manusia telah menjaga ketenangan jiwanya.

Coba kalau kita menjadi manusia yang suka atau mudah marah, pasti jiwa kita tidak pernah merasakan ketenangan. Sikap mudah marah ini tidak hanya bisa merusak hati, marah juga bisa merusak jantung; bahkan bisa menyebabkan kematian karena disebabkan serangan jantung.

Namun, tidak selamanya marah itu merupakan sikap yang harus dihindari. Manusia boleh marah saat melihat kemungkaran di depannya. Atau kita marah karena Allah, bukan marah karena hawa nafsu kita.

Apabila manusia marah karena Allah SWT, niscaya dia akan mendapatkan pahala dari sisiNya. Misalnya rasa amarah itu muncul dalam hatinya saat melihat hukum Allah diabaikan dan dilanggar. Atau tatkala dia melihat atau menyaksikan perbuatan haram merajalela.

Rasulallah SAW berwasiat kepada umatnya jangan marah karena urusan dunia, marahlah karena Allah. Jihad di jalan Allah juga merupakan bentuk kemarahan karena Allah. Marah melihat kemungkaran.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah merasa marah jika persoalan pribadinya diganggu. Namun, manusia suci ini marah saat melihat agama Allah diabaikan. Nabi pun tak pernah menghukum seseorang karena pelanggarannya terhadap beliau, kecuali jika melanggar hak Allah SWT.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Tidak dua pilihan diajukan kepada Nabi kecuali beliau memilih yang termudah di antara keduanya, selama tidak berdampak dosa. Tetapi jika itu dosa maka beliau menjauhi keduanya. Dan demi Allah, beliau tidak pernah menghukum seseorang karena sesuatu yang dilakukannya terhadap beliau. Kecuali jika larangan-larangan Allah dilanggar, maka beliau akan menjatuhkan hukum karena Allah.” (HR. Al-Bukhari no.6786 dari Aisyah)

Agar hati tenang maka jalani hidup ini sesuai dengan tuntunan Rasullah. Boleh marah asal marah kita kerana Allah. Jika marah kita berdasarkan hawa nafsu kita maka tidak hanya mendatangkan keburukan bagi diri sendiri, marah yang kita perbuat membuat kehidupan kita tidak merasa tenang dan bisa mendatangkan penyakit.

Marilah dari saat ini kita mampu menjaga amarah. Sikap mampu menjaga amarah juga termasuk ciri-ciri dari manusia yang bertaqwa. Boleh marah, tapi marahlah karena Allah. [***]

Avatar
Tim Redaksihttps://www.genial.id/
Tim Redaksi Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial

Baca Juga

Populer

Bob Marley di Mata Saya

GENIAL. Stasiun Bandung, 1993. Dengan masih menggunakan seragam putih-abu, kami bertujuh menyambangi rumah Cunong, buat mendapatkan se-amplop ”Paket Hemat.” Enam linting, barang Aceh katanya,...

Wasekjen KNPI Pusat Kritik Rekonsiliasi Bersyarat

Genial. Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat, Amilan Hatta, sebut rekonsiliasi diperlukan sebagai bentuk kedaulatan rakyat, bukan sebatas bagi-bagi jabatan. Dia pun mengkritik...

PDIP Belum Ajukan Nama Menteri kepada Jokowi

Genial. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan,  Ahmad Basarah mengatakan calon menteri dari kader PDIP yang akan diajukan kepada presiden terpilih Joko Widodo, merupakan...

Elit PDIP Sarankan Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS Tetap Jadi Oposisi

GENIAL. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira menyarankan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 untuk tetap mengambil posisi sebagai oposisi...

Haedar: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Menjadi Energi Bagi Kehidupan Kebangsaan

GENIAL. Pertemuan  yang dilakukan oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto  merupakan momentum yang bagus dalam kehidupan politik kebangsaan. Bahkan pertemuan ini sangat ditunggu-tunggu oleh...

Jawahir Siap Pimpin DPC PDIP Bener Meriah

GENIAL. DPC PDI Perjuangan Bener Meriah dalam waktu dekat akan segera melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) untuk menentukan struktural pengurus DPC periode 2019-2024. Sebelumnya diajukan...
Genial—Bacaan Ideal Generasi Milenial